Dirut RPH Surabaya Minta Maaf Usai Pedagang-Jagal Pegirian Ancam Mogok

Dirut RPH Surabaya Minta Maaf Usai Pedagang-Jagal Pegirian Ancam Mogok

Esti Widiyana - detikJatim
Senin, 12 Jan 2026 22:10 WIB
Dirut RPH Fajar Isnugroho
Dirut RPH Fajar Isnugroho (Foto: Esti Widiyana/detikJatim)
Surabaya -

Massa aksi pedagang dan jagal RPH Pegirian per hari ini mogok kerja dan bakal melakukan aksi demo besar-besaran sampai tuntutan mereka dipenuhi. Alasannya, mereka tak ingin direlokasi ke RPH Tambak Oso Wilangun (TOW).

Dirut RPH Surabaya Fajar Isnugroho pun meminta maaf kepada masyarakat. Ia memastikan pasokan daging sapi di Kota Pahlawan aman meski ada ancaman mogok dari pedagang dan jagal RPH Pegirian.

"Jadi yang pertama saya mungkin meminta maaf kepada masyarakat Surabaya akibat aksi mogok memotong sapi di Pegirian, masyarakat agak kesulitan mungkin ya mendapatkan pasukan daging segar," kata Fajar kepada wartawan di Balai Kota, Senin (12/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi saya pastikan hari ini saya cek tadi oleh tim monitoring daging RPH, bahwa ketersediaan daging masih cukup," tambahnya.

ADVERTISEMENT

Fajar memastikan daging sapi aman karena RPH Surabaya memiliki unit yang masih memotong sapi. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tak khawatir dan panik.

"Masyarakat bisa mendapatkan daging sapi yang terbaik. Bisa melalui outlet RPH Surya Mart atau melalui pasar-pasar. Ada 11 outlet di pasar tradisional yang disuplai oleh para mitra jagal dari Kedurus," ujarnya.

Kebutuhan daging sapi di Surabaya per hari sebanyak 40 ton. 20 ton di antaranya dipenuhi dari pemotongan RPH Surabaya.

Sebelumnya, massa aksi mengancam akan terus mogok bila Pemkot Surabaya tidak membatalkan RPH TOW. Ancaman itu pun tidak menjadi masalah besar, karena RPH berperan sebagai penyedia jasa.

"Ya, monggo itu kan haknya mereka (mogok). Yang jelas, kami ini penyedia jasa, mereka pengguna jasa. Kalau penyedia jasa ini, pengguna jasa enggak sesuai, ya enggak apa-apa, yang sesuai saja yang kita minta. Saya mending bermitra dengan pengguna jasa-pengguna jasa yang bisa berkolaborasi dengan baik. Kalau enggak bisa ya sudah berarti kan enggak cocok ketemu skema kerja samanya, gitu saja," pungkasnya.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads