Usai menggelar aksi di depan Gedung DPRD Surabaya, massa kini mulai bergeser ke Balai Kota Surabaya. Massa ingin menemui Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi untuk meminta membatalkan rencana relokasi aktivitas Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian ke wilayah Tambak Oso Wilangun.
Dari pantauan detikJatim, ribuan massa itu tiba di Balai Kota sekitar 13.35 WIB. Mereka langsung melakukan orasi di depan gerbang pintu masuk sisi timur yang sudah terpasang kawat berduri.
Mereka juga masih membawa sapi dari DPRD Surabaya ke Balai Kota. Namun, sapi tidak diturunkan dan masih berada di atas truk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita sekarang bergeser ke kantor Wali Kota untuk membatalkan pemindahan dari Pegirian ke Oso Wilangun," kata Koordinator para jagal dan pedagang daging sapi se-Kota Surabaya Abdullah Mansyur di DPRD Surabaya, Senin (12/1/2025).
Sebelum bergeser menggeruduk Balai Kota, perwakilan massa aksi sempat ditemui Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni dan melakukan dialog. Mereka meminta untuk tidak direlokasi.
Akan tetapi, terdapat salah satu perwakilan yang mengatakan relokasi diberitahu secara mendadak. Di mana pada Desember diberitahu relokasi ke Tambak Oso Wilangun dan menempati tempat baru usai Lebaran Idul Fitri.
Mansyur menyebut dua tuntutan. Pertama, menuntut Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi untuk membatalkan rencana pemindahan RPH Pegirian ke Tambah Oso Wilangun.
"Kedua, saya meminta kepada Wali Kota Surabaya untuk mencabut surat edaran tentang pendaftaran, yang kemudian untuk mendaftar para jagal yang ada di Pegirian untuk dipindah ke Tambak Oso Wilangun," ujar Mansyur.
Abdullah menegaskan, massa aksi akan melakukan mogok kerja sampai tuntutan mereka dipenuhi. Jika masih tak memenuhi, massa bakal melakukan aksi demo besar-besaran.
"Tentunya mogok ini tidak hanya berhenti saat ini, kita akan pastikan sebulan, dua bulan, satu tahun pun kita akan lakukan aksi mogok. Supaya apa? Supaya memberikan alarm terhadap pemerintah kota, Gubernur Jawa Timur dan kepada Presiden Prabowo Subianto terkait masalah stabilitas ekonomi," tegasnya.
(auh/hil)











































