Banjir Bengawan Jero Rendam 5 Kecamatan, Ribuan Rumah-Sawah Terdampak

Banjir Bengawan Jero Rendam 5 Kecamatan, Ribuan Rumah-Sawah Terdampak

Eko Sudjarwo - detikJatim
Senin, 12 Jan 2026 20:30 WIB
Banjir luapan Bengawan Jero Lamongan
Banjir luapan Bengawan Jero Lamongan (Foto: Eko Sudjarwo/detikJatim)
Lamongan -

Bencana banjir akibat luapan Bengawan Jero masih melanda sejumlah wilayah di Lamongan. Berdasarkan laporan resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan, sedikitnya lima kecamatan terdampak banjir, yakni Kecamatan Kalitengah, Turi, Karangbinangun, Deket, dan Glagah.

Dampak banjir di 5 kecamatan ini Karangbinangun mencakup ada sebanyak 2.105 rumah penduduk terendam, yang dihuni oleh 2.330 KK atau 8.334 jiwa. Infrastruktur jalan dengan total 14.232,15 meter jalan poros dan 17.247 meter jalan lingkungan terdampak.

Di sektor pertanian, lahan sawah tambak seluas 3.823 hektar tergenang. Selain itu, fasilitas publik yang terdiri dari 18 unit TK/PAUD, 29 unit SD/MI, 2 unit SMA/MA/SMK, 13 tempat ibadah, 4 Puskesmas Pembantu, dan 3 Balai Desa terdampak dengan kerugian material sementara ditaksir mencapai Rp 5,42 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di Kecamatan Kalitengah, banjir merendam delapan desa dengan total 604 KK atau 2.229 jiwa terdampak. Selain permukiman warga, genangan air juga mengganggu akses jalan poros dan jalan lingkungan serta berdampak pada sejumlah fasilitas umum dan lembaga pendidikan. Ketinggian air dilaporkan berkisar antara 10 hingga 50 sentimeter.

ADVERTISEMENT

Sementara itu di Kecamatan Turi, banjir meluas di enam desa dengan total 525 KK atau 1.795 jiwa terdampak. Selain merendam rumah warga, banjir juga menggenangi lahan pertanian dan tambak. Tak kurang dari Rp 2,02 miliar ditaksir sebagai total kerugian materiil di wilayah ini.

Di Kecamatan Karangbinangun, enam desa terdampak dengan jumlah 144 KK atau 635 jiwa. Genangan air menyebabkan terganggunya aktivitas warga, serta berdampak pada lahan sawah, tambak, dan sejumlah fasilitas umum desa.

Untuk Kecamatan Deket, banjir tercatat merendam empat desa dengan total 695 KK atau 3.022 jiwa terdampak. BPBD mencatat taksiran kerugian materiil di kecamatan ini mencapai sekitar Rp 3,4 miliar, terutama akibat rusaknya lahan pertanian, tambak, serta terganggunya infrastruktur jalan dan fasilitas publik. Adapun di Kecamatan Glagah, banjir melanda empat desa dengan 137 KK atau 653 jiwa terdampak.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Lamongan, Sugeng Widodo mengungkapkan, BPBD Lamongan terus melakukan pemantauan dan pendataan di lapangan. Sekaligus, lanjut Sugeng, berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa untuk penanganan darurat serta penyaluran bantuan kepada warga terdampak.

Sugeng mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan masih tinggi di wilayah hulu Bengawan Jero. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila terjadi peningkatan debit air atau kondisi darurat lainnya kepada aparat desa atau petugas BPBD setempat.

"BPBD Lamongan memastikan upaya penanganan bencana terus dilakukan secara terpadu guna meminimalkan dampak banjir serta mempercepat pemulihan kondisi masyarakat," ujarnya.

Untuk diketahui, banjir yang terjadi di 5 kecamatan di Lamongan ini akibat luapan anak sungai Bengawan Solo, yaitu Bengawan Njero Lamongan. Tingginya curah hujan di Lamongan membuat Bengawan Njero mengalami kenaikan debit air dan meluap.



(auh/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads