Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung lokasi banjir di Desa Laladan, Kecamatan Deket, Sabtu (10/01/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi warga terdampak sekaligus menyalurkan bantuan sembako guna meringankan beban masyarakat.
Dalam peninjauan itu, Khofifah menegaskan bahwa banjir tahunan di wilayah Bengawan Jero membutuhkan penanganan struktural jangka panjang, salah satunya melalui normalisasi kanal sepanjang sekitar 9 kilometer hingga ke muara laut.
Khofifah menjelaskan, kawasan Kecamatan Deket memiliki banyak anak sungai yang bermuara ke Bengawan Jero dan mengalir hingga wilayah Kabupaten Gresik. Kondisi tersebut menyebabkan debit air meningkat signifikan saat curah hujan tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Diperlukan normalisasi kanal sepanjang 9 kilometer menuju laut. Ini tentu harus dikoordinasikan dengan Pemerintah Kabupaten Gresik karena jalurnya akan melintasi area pinggiran JIPI (Java Integrated Industrial and Port Estate)," ujar Khofifah saat memaparkan peta aliran sungai kepada awak media.
Gubernur juga mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Lamongan yang telah melakukan mitigasi awal dengan menutup sejumlah pintu air. Berdasarkan data yang diterimanya, terdapat enam pintu air dengan kapasitas total 840 liter per detik. Namun, kapasitas tersebut belum mampu menampung besarnya volume air yang datang dari anak-anak sungai.
Selain persoalan infrastruktur, Khofifah mengingatkan pentingnya peningkatan kewaspadaan menyusul lonjakan intensitas hujan di Jawa Timur. Ia mengutip data BMKG Juanda yang mencatat peningkatan signifikan curah hujan pada bulan Januari.
"Data BMKG Juanda menunjukkan intensitas hujan pada Desember baru sekitar 20 persen. Memasuki Januari meningkat menjadi 58 persen atau hampir tiga kali lipat. Sementara pada Februari diperkirakan turun menjadi 22 persen," ungkapnya.
Menghadapi kondisi cuaca ekstrem tersebut, Khofifah berharap terjalin sinergi kuat antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan masyarakat untuk menekan risiko bencana.
"Antisipasi dan mitigasi harus dilakukan di semua lini. Semua elemen, termasuk rekan-rekan media, perlu bersama-sama membangun kewaspadaan karena prediksi alam menunjukkan intensitas hujan di Jawa Timur sedang tinggi," pungkasnya.
(auh/hil)











































