Banjir akibat luapan Sungai Bengawan Jero yang melanda Desa Bojoasri, Kecamatan Kalitengah, Lamongan kian memprihatinkan. Genangan air belum juga surut meski telah berlangsung hampir dua bulan. Bahkan, ketinggian air dilaporkan terus bertambah.
Luapan air menutup akses jalan utama desa dengan ketinggian mencapai 60 hingga 70 sentimeter. Kondisi tersebut membuat mobilitas warga lumpuh total. Tak hanya itu, banjir juga merangsek masuk ke permukiman penduduk. Puluhan rumah warga terendam air setinggi 30 hingga 40 sentimeter.
Dampak banjir tidak hanya dirasakan di sektor permukiman, tetapi juga pada perekonomian warga. Ratusan hektare lahan tambak dilaporkan gagal panen akibat terendam banjir berkepanjangan. Sejumlah fasilitas umum, termasuk gedung pendidikan, turut terdampak dan sulit diakses.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Banjir luapan Bengawan Jero Lamongan Foto: Eko Sudjarwo/detikJatim |
Meski kondisi lingkungan tidak memungkinkan, aktivitas pendidikan tetap berjalan. Para siswa di Desa Bojoasri terpaksa berangkat sekolah dengan menerjang genangan air. Seragam basah kuyup menjadi pemandangan sehari-hari, sementara risiko keselamatan terus mengintai.
Salah satu siswa, Naufal mengaku sudah terbiasa berangkat sekolah dalam kondisi basah.
"Setiap hari baju basah karena jalannya tergenang dan licin. Kadang sampai terpeleset. Tapi sekolah tetap masuk, jadi harus tetap semangat," ujarnya.
Banjir yang tak kunjung surut membuat warga merasa terisolasi. Akses logistik terganggu, sementara bantuan dari pihak terkait dinilai belum dirasakan secara signifikan. Warga pun mulai menyuarakan kebutuhan mendesak, terutama peninggian akses jalan desa.
Makin, warga setempat, mengungkapkan kekecewaannya karena hingga kini belum menerima bantuan.
"Sudah hampir dua bulan lebih banjirnya. Di dalam rumah airnya sekitar 30 sentimeter. Sampai sekarang belum pernah dapat bantuan. Harapannya ada bantuan dan jalan ini bisa ditinggikan," keluhnya.
Warga Desa Bojoasri berharap pemerintah dan instansi terkait segera mengambil langkah nyata. Selain bantuan logistik darurat, solusi jangka panjang seperti normalisasi Sungai Bengawan Jero dan peninggian infrastruktur jalan dinilai penting agar aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kehidupan sosial warga kembali normal.
(auh/hil)












































