Pemkot Surabaya Ngotot Relokasi, Jagal Pegirian Kukuh Menolak

Pemkot Surabaya Ngotot Relokasi, Jagal Pegirian Kukuh Menolak

Esti Widiyana - detikJatim
Senin, 12 Jan 2026 20:00 WIB
Massa demo melakukan audiensi bersama Asisten 1 Pemkot M Fikser dan Dirut RPH Fajar Isnugroho.
Massa demo melakukan audiensi bersama Asisten 1 Pemkot M Fikser dan Dirut RPH Fajar Isnugroho. (Foto: Esti Widiyana/detikJatim)
Surabaya -

Perwakilan massa ditemui pihak Rumah Potong Hewan (RPH) dan Pemkot Surabaya terkait penolakan relokasi ke wilayah Tambak Oso Wilangun (TOW). Hasilnya, mereka tetap mempertahankan pilihan masing-masing.

Usai menggelar aksi di depan Gedung DPRD Surabaya, massa bergeser ke Balai Kota Surabaya. Tak lama orasi, perwakilan massa masuk untuk audiensi bersama Asisten 1 Pemkot M Fikser dan Dirut RPH Fajar Isnugroho.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fajar mengatakan, dalam audiensi tersebut, massa tidak sepakat dengan Pemkot Surabaya yang mengatakan bahwa yang pindah hanya jagal, sedangkan Pasar Arimbi di Pegirian tetap ada. Artinya, massa tetap menolak relokasi dan pemkot tetap mengoperasikan RPH TOW.

"Pak Fikser mengatakan, tetap sesuai dengan rencana, progresnya sesuai dengan rencana dan mereka sementara ini tidak setuju, masih tetap sesuai dengan skema mereka, tidak mau berpindah ke TOW, memanfaatkan Pegirian sampai batas waktu yang tidak ditentukan," kata Fajar kepada wartawan di Balai Kota, Senin (12/1/2026).

ADVERTISEMENT

Ia menjelaskan, bila RPH TOW secara fungsi sudah siap beroperasi. Di sana dapat menampung 150 ekor sapi brahman cross, 80 ekor sapi lokal, hingga 28 sapi lainnya. Jumlahnya sama dengan RPH Pegirian dan tidak ada perubahan.

"Bahkan (RPH TOW) tempatnya lebih representatif karena dibangun lebih modern dan Ipalnya lebih maksimal. Karena Pegirian itu RPH yang sudah sangat tua, sudah 1927. Nah, maka banyak alat yang aus, kurang maksimal yang memang perlu penataan. Untuk itulah pemerintah kota memberikan perhatian. Karena sudah tua, sudah banyak yang tidak berfungsi dengan baik, saluran maka dibuatlah tempat yang baru di tempat TOW itu," jelasnya.

Terkait massa merasa tak pernah ada sosiaslisasi relokasi, Fajar menyebut sudah pernah difasilitasi Komisi B DPRD Surabaya dan melakukan komunikasi dua arah. Namun, pada penawaran relokasi mereka merasa keberatan.

"Karena alasan jarak yang terlalu jauh. Sebenarnya jarak ini yang kemudian menjadi penentu bahwa mereka enggan untuk memanfaatkan TOW. Jadi sebenarnya ya enggak ada proses maju untuk sosialisasi," pungkasnya.



(auh/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads