1.840 Rumah di Lamongan Terendam Banjir Luapan Bengawan Jero

1.840 Rumah di Lamongan Terendam Banjir Luapan Bengawan Jero

Eko Sudjarwo - detikJatim
Sabtu, 10 Jan 2026 19:07 WIB
Banjir di Lamongan
Banjir di Lamongan (Foto: Eko Sudjarwo /detikJatim)
Lamongan -

Banjir akibat luapan Sungai Bengawan Jero semakin meluas dan berdampak signifikan di sejumlah wilayah Lamongan. Hingga Sabtu (10/1/2026), tercatat sebanyak 27 desa di lima kecamatan terendam banjir, dengan 1.840 rumah warga terdampak.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamongan, M. Naim mengatakan, banjir dipicu oleh curah hujan tinggi yang menyebabkan peningkatan debit air Bengawan Jero dalam beberapa hari terakhir.

"Sebanyak 27 desa di lima kecamatan terdampak. Jumlah rumah yang terendam banjir mencapai sekitar 1.840 unit di wilayah aliran Bengawan Jero," ujar Naim saat meninjau lokasi banjir di Desa Laladan, Kecamatan Deket.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wilayah dengan dampak terparah meliputi Kecamatan Deket, Kalitengah, Turi, Karangbinangun, dan Glagah. Tidak hanya merendam permukiman warga, banjir juga menenggelamkan lahan pertanian dan tambak dalam skala besar.

Menurut Naim, sekitar 12.000 hektare sawah dan tambak terendam air. Dari penghitungan sementara, total kerugian materiil akibat banjir tersebut diperkirakan mencapai Rp 4 miliar.

ADVERTISEMENT

Untuk menekan dampak banjir, Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui BPBD bersama instansi terkait terus melakukan berbagai upaya penanganan. Salah satunya dengan mengoptimalkan pengoperasian pompa air di wilayah terdampak.

"Kami terus berkoordinasi dengan PU Sumber Daya Air. Seluruh pompa air, termasuk di wilayah Melik dan Kuro, sudah dioperasikan secara maksimal," jelasnya.

Namun demikian, upaya pengendalian banjir menghadapi kendala akibat tingginya muka air Sungai Bengawan Solo. Kondisi ini menyebabkan pintu air Kuro harus ditutup, karena elevasi air Bengawan Jero lebih tinggi dibandingkan Kali Blawi, sehingga menghambat pembuangan air dari pemukiman.

Di sisi lain, BPBD Lamongan juga mengantisipasi potensi gangguan kesehatan selama banjir berlangsung. Koordinasi dengan Dinas Kesehatan dilakukan untuk membuka posko layanan kesehatan gratis di desa-desa terdampak.

"Pos pelayanan kesehatan sudah kami aktifkan di setiap balai desa terdampak bekerja sama dengan Puskesmas. Warga yang mengalami keluhan kesehatan dapat segera memeriksakan diri," pungkas Naim.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads