Kasus Super Flu Jatim 17 Ditemukan di Malang dan 1 Pasuruan

Kasus Super Flu Jatim 17 Ditemukan di Malang dan 1 Pasuruan

Esti Widiyana - detikJatim
Kamis, 08 Jan 2026 13:15 WIB
Kasus Super Flu Jatim 17 Ditemukan di Malang dan 1 Pasuruan
Pematauan kesehatan masyarakat seiring dengan penemuan kasus Super Flu di Jawa Timur Foto: ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto
Surabaya -

Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur mendeteksi 18 kasus infeksi virus influenza A (H3N2) subclade K atau super flu. Mayoritas kasus tersebut ditemukan di Kota Malang, sementara satu kasus lainnya berasal dari Kabupaten Pasuruan.

Kepala Dinkes Jatim, dr Erwin Ashta Triyono, mengatakan 18 kasus positif tersebut teridentifikasi berdasarkan pemeriksaan spesimen yang dilakukan pada periode September hingga November 2025. Sebagian besar penderita merupakan anak-anak dan remaja, dengan proporsi jumlah yang relatif seimbang antara laki-laki dan perempuan.

"Site sentinel pemeriksaan kasus influenza di Jatim berada di Puskesmas Dinoyo, Kota Malang, untuk kasus Influenza Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARI) di RSUD dr Saiful Anwar," kata Erwin kepada detikJatim, Kamis (8/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan, data kasus Influenza A subvarian H3N2 subclade K tersebut mayoritas berasal dari Kota Malang. Sementara satu kasus lainnya terdeteksi di wilayah Pasuruan.

ADVERTISEMENT

"Dari hasil sentinel ILI dan SARI yang ada di Puskesmas Dinoyo dan RSSA kemudian diperiksakan di BBLKM Surabaya, hasilnya 17 orang ILI berdomisili di Kota Malang dan 1 orang SARI berasal dari Kabupaten Pasuruan," ujarnya.

Erwin menambahkan, berdasarkan hasil pemantauan epidemiologi, seluruh pasien tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri. Dinkes Jatim bersama puskesmas setempat telah melakukan pemantauan terhadap pasien maupun kontak erat guna mencegah penularan lebih lanjut.

Saat ini, kondisi seluruh pasien super flu dilaporkan sudah membaik dan sembuh. Sebelumnya sempat ada 1 pasien yang masih menjalani perawatan di rumah sakit.

"Dari hasil laporan aplikasi NAR (New All Record), terdapat 1 pasien yang dirawat di RSUD dr Saiful Anwar Malang pada bulan September, dan saat ini pasien tersebut sudah sembuh," jelasnya.

Menurut Erwin, gejala super flu yang ditemukan di Jawa Timur meliputi demam di atas 38 derajat celsius, batuk, dan pilek. Dampaknya pun serupa dengan influenza pada umumnya.

"Maka pasien memerlukan istirahat yang cukup serta asupan gizi yang baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh," tuturnya.

Ia menegaskan, pencegahan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada kasus super flu dapat dilakukan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti istirahat cukup, memperbanyak minum, mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker saat sakit, menerapkan etika batuk, serta menghindari kerumunan.

Dalam penanganan kasus super flu, Dinkes Jatim telah melakukan berbagai langkah antisipatif, mulai dari pemantauan rutin surveilans ILI dan SARI, hingga koordinasi intensif dengan Kementerian Kesehatan dan BBLKM Surabaya.

Pemprov Jatim juga secara rutin memantau Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) mingguan serta pelaporan hasil pemeriksaan spesimen melalui aplikasi NAR sebagai bagian dari upaya deteksi dini berbasis data. Selain itu, pembaruan dan penyegaran pengetahuan bagi tenaga kesehatan terkait penanganan ISPA, pneumonia, dan influenza terus dilakukan guna memastikan layanan kesehatan tetap responsif.

"Edukasi dan promosi kesehatan kepada masyarakat juga terus digencarkan melalui penerapan etika batuk dan perilaku hidup bersih dan sehat. Vaksin influenza, khususnya bagi kelompok berisiko seperti balita dan individu dengan daya tahan tubuh rendah, menjadi langkah pencegahan penting yang perlu diperhatikan," pungkasnya.




(ihc/ihc)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads