Super Flu Terdeteksi di Jatim, Dinkes Surabaya Pantau ISPA dan Influenza

Super Flu Terdeteksi di Jatim, Dinkes Surabaya Pantau ISPA dan Influenza

Esti Widiyana - detikJatim
Rabu, 07 Jan 2026 21:45 WIB
Super Flu Terdeteksi di Jatim, Dinkes Surabaya Pantau ISPA dan Influenza
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono)
Surabaya -

Sebanyak 62 Warga Indonesia telah terserang infeksi virus influenza A (H3N2) subclade K atau Super Flu, salah satu kasus terbanyak di Jawa Timur. Dinkes Surabaya pun melakukan upaya antisipasi, seperti memantau kasus ISPA dan influenza.

Kepala Dinkes Surabaya Nanik Sukristina memastikan, hingga kini belum ada temuan kasus super flu di Kota Pahlawan. Namun Dinkes melakukan langkah antisipasi mencegah potensi penyebaran penyakit pernapasan.

"Langkah tersebut meliputi penguatan surveilans kesehatan dan pemantauan kasus ISPA dan influenza di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes), peningkatan kesiapsiagaan puskesmas dan rumah sakit dalam pelayanan kasus penyakit pernapasan, serta penerapan standar Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI)," kata Nanik, Rabu (7/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dinkes Surabaya juga memperkuat edukasi dan promosi kesehatan kepada masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti balita, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit kronis. Koordinasi lintas sektor pun dilakukan bersama rumah sakit rujukan, kecamatan, kelurahan, kader kesehatan, hingga Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.

ADVERTISEMENT

Sistem deteksi dini dan pelaporan cepat juga telah berjalan. Setiap kasus penyakit pernapasan dicatat dan dianalisis secara harian untuk memantau kecenderungan peningkatan kasus di suatu wilayah.

"Jika ditemukan pasien dengan gejala flu berat atau tidak biasa, fasilitas kesehatan wajib melakukan skrining lanjutan dan melaporkannya melalui sistem pelaporan resmi dalam waktu kurang dari 24 jam," ujarnya.

Gejala super flu yang perlu diwaspadai adalah demam mendadak, batuk, pilek, sakit tenggorokan, sakit kepala, nyeri otot, hingga tubuh terasa lemas. Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak mudah percaya informasi yang belum jelas sumbernya, serta selalu mengakses informasi kesehatan dari kanal resmi pemerintah.

"Jika mengalami gejala flu yang berat atau tidak membaik, segera periksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit. Tetap terapkan perilaku hidup bersih dan sehat, etika batuk dan bersin, serta jaga daya tahan tubuh," pungkasnya.

Sebelumnya Kemenkes melaporkan hingga akhir Desember 2025 terdapat 62 kasus influenza A(H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi di Indonesia. Kemenkes memastikan kondisi tersebut masih terkendali dan tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan dibandingkan clade maupun subclade influenza lainnya.




(auh/abq)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads