Satgas Anti-Premanisme telah resmi dibentuk dengan tujuan Surabaya bebas dari aksi kekerasan dan pemaksaan terhadap warga. Warga pun memberikan komentarnya, meski ada yang belum mengetahui satgas tersebut.
Salah satu warga Kalijudan, Hasanah (29) merespon baik adanya Satgas Anti-Premanisme di Surabaya. Namun ia juga memberikan masukan agar satgas tersebut benar-benar bekerja nyata.
"Sebenarnya bagus ya menangani masalah premanisme, tapi kalau cuma untuk ada-adaan saja ya buat apa. Satgas itu kerjanya jangan menerima laporan, tapi juga harus mengantisipasi potensi terjadinya masalah premanisme di masyarakat," kata Hasanah kepada detikJatim, Selasa (6/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, satgas anti-premanisme harus bekerja sama dengan ormas. Tujuannya sebagai salah satu upaya mencegah terjadinya premanisme di Surabaya.
"Satgas ini harus benar-benar bekerja, mengidentifikasi masalah. Mereka juga perlu sosialisasi bahwa Surabaya ada satgas. Untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat harus menyelesaikan secara tuntas tanpa tebang pilih," jelasnya.
Sementara salah satu warga Surabaya Timur, Putri Ramadhani (28) menganggap satgas tersebut telat dibuat. Seharusnya sudah ada sebelum viralnya kasus nenek Elina, sehingga tidak menunggu masalah ramai di medsos terlebih dahulu.
"Satgas premanisme ini menurut saya sudah agak telat ya, setelah kasus nenek itu kenapa baru dibentuk? Apakah harus menunggu viral? Harusnya dari seluruh lapisan masyarakat bisa jadi satgas premanisme, caranya ya segera melapor kalau ada kejadian serupa. Tetapi aparat juga bergerak cepat, jadi ya ngga akan kejadian lagi seperti kasus nenek ini," ujar Putri.
Sedangkan Risky (21) salah satu warga Surabaya Barat justru baru mendengar satgas anti-premanisme. Ia pun tak banyak komentar dan berharap dengan adanya satgas tersebut.
"Baru tahu malah, berarti sosialisasinya belum meledak. Saya sih nggak berekspektasi tinggi ya, tahu sendiri kalau laporan kayak apa kebanyakan. Semoga bisa berantas jukir liar yang suka narik mahal, apalagi pas event, udah itu aja PR dari dulu nggak kelar-kelar," pungkasnya.
(auh/abq)











































