Wawali Armuji Minta Maaf Usai Singgung Ormas Saat Tangani Kasus Nenek Elina

Wawali Armuji Minta Maaf Usai Singgung Ormas Saat Tangani Kasus Nenek Elina

Esti Widiyana - detikJatim
Selasa, 06 Jan 2026 20:20 WIB
Perdamaian antara Wakil Wali Kota Armuji dengan Ormas Madas Sedarah yang melaporkan Sang Wawali ke Polda Jatim atas kiriman medsos yang dianggap hoaks.
Perdamaian antara Wakil Wali Kota Armuji dengan Ormas Madas Sedarah yang melaporkan Sang Wawali ke Polda Jatim atas kiriman medsos yang dianggap hoaks. (Foto: Esti Widiyana/detikJatim)
Surabaya -

Wakil Wali Kota Surabaya Armuji meminta maaf usai menyinggung salah satu organisasi masyarakat (Ormas) pada saat menangani kasus Nenek Elina Widjajanti (80). Ormas yang dia singgung ialah Madura Asli Sedarah (Madas).

Sebelumnya, pengusiran seorang nenek berusia 80 tahun di Surabaya viral di media sosial. Nenek Elina diduga diusir secara paksa dari rumahnya oleh orang yang disebut oknum ormas Madas, hingga rumah tersebut dibongkar tanpa putusan pengadilan.

Pada video di medsos Armuji, ia sempat menyebut ormas Madas. Hal itu pun berujung pada pelaporan polisi. Ormas Madas melaporkan Armuji ke Polda Jatim pada Senin (5/1).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sehari setelah dilaporkan, Universitas Dr Soetomo (Unitomo) Surabaya memediasi Ormas Madas dan Armuji. Kedua belah pihak pun hadir menyelesaikan polemik.

Wawali yang akrab dipanggil Cak Ji menjelaskan permasalahan, bermula ketika ia mendatangi Nenek Elina untuk mengetahui kejadian yang sebenarnya. Kemudian membantu menyelesaikan masalah tersebut.

ADVERTISEMENT

Ketika sidak, Cak Ji memanggil Nenek Elina dan keluarga, tersangka Samuel dan RT/RW setempat. Hasil dialog saat itu, ada yang menyebut Nenek Elina diusir sekelompok orang berpakaian merah diduga dari Ormas Madas.

"Berulang kali saya mengatakan, loh ada 10 kali. Nah, tapi mungkin ada kekhilafan saya. Kekhilafan saya. Karena setelah saya dialog sama si Iwan, sama Bu Joni, saya bolak-balik ngomong ormas, oknum, oknum ormas, oknum ya, oknum ya. Nah, si Iwan (ditanya), oknum siapa, Wan?, Oknum tulisannya Madas Malika," kata Armuji di Unitomo, Selasa (6/1/2026).

Cak Ji juga menyinggung Ormas Madas berdasarkan pakaian yang dikenakan sekelompok orang ketika mengusir Nenek Elina pada video beredar. Pernyataan Cak Ji pun menyinggung pihak Ormas Madas.

Akhirnya Cak Ji mengakui dirinya khilaf, karena sudah menyinggung Ormas Madas. Dia pun memohon maaf atas kekhilafannya.

"Dengan pernyataan kekhilafan saya itu menyebut pada logo Madas maka saya mohon maaf. Namanya orang khilaf, yang tidak ada maksud lain karena 10 kali saya menyebut oknum. Tapi hati kecil saya tidak ada niatan apapun untuk ke arah sana. Karena 10 kali saya menyebut namanya oknum," ujarnya.

Ia sendiri menyadari ucapannya yang menyebut Ormas Madas disalahartikan mendiskreditkan ormas Madas. Padahal, Cak Ji mengaku tak ada niat menurunkan reputasi ormas tersebut.

"Sekali lagi saya mohon maaf apabila saya khilaf menyebut ada logo Madas di bajunya. Ternyata itu adalah logonya Gong Xi Fa Cai, tadi yang ditunjukkan Mas Ovi. Tapi saya juga enggak ngarang, karena ada dialog dengan Iwan dan ini tadi yang yang mengatakan awalnya seperti itu," jelasnya.

Dia pun meminta Madas memberikan sanksi kepada terduga pelaku pengusiran Nenek Elina. Sebab, telah membawa nama dan mencoreng Madas.

"Kalau itu memang bukan anggota Madas, maka wajib organisasi Madas mencari Yasin dan menghukumnya. Mengasih sanksi," katanya.

Cak Ji berharap kejadian menjadi pelajaran bagi semua pihak, sekaligus bahan intropeksi diri. "Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya supaya hal semacam ini menjadi pembelajaran kita semua. Sekian terima kasih," pungkasnya.



(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads