Banjir Surabaya Bikin Warga Kangen Kepemimpinan Risma

Round Up

Banjir Surabaya Bikin Warga Kangen Kepemimpinan Risma

Amir Baihaqi - detikJatim
Senin, 05 Jan 2026 08:01 WIB
Banjir Surabaya Bikin Warga Kangen Kepemimpinan Risma
Banjir di kawasan Bendul Merisi Surabaya (Foto: Praditya Fauzi Rahman/detikJatim)
Surabaya -

Hujan lebat sejak sore hingga malam menyebabkan sejumlah kawasan di Surabaya terendam banjir. Video penampakan banjir pun banyak beredar di media sosial dan dikeluhkan warga Kota Pahlawan.

Berdasarkan video yang beredar, tampak banjir setinggi lutut orang dewasa. Pemkot Surabaya pun segera melakukan penyedotan air banjir agar segera surut.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya, Hidayat Syah mengatakan, pihaknya menerjunkan mboil penyedot air untuk mengatasi banjir. Salah satunya di kawasan Simo Kalangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita kerahkan mobil damkar, mobil pompa kita (DSDABM), dan mobil tangki DLH melakukan penyedotan (air banjir), ini kita keliling," kata Hidayat kepada detikJatim, Senin (5/1/2026).

ADVERTISEMENT

Hidayat menyebut, ketinggian banjir di kawasan Simo Kalangan sekitar 20 cm. Menurutnya, hingga pukul 19.30 WIB banjir sudah mulai surut.

"Di sana (kawasannya) ada cekungan, seperti mangkuk. Di atasnya enggak. Sekarang sudah mulai surut," ujarnya.

Banjir di Simo Kalangan Surabaya surut meski demikian warga mengeluh karena sudah jadi langganan sejak tahun 2014Banjir di Simo Kalangan Surabaya surut meski demikian warga mengeluh karena sudah jadi langganan sejak tahun 2014 (Foto: Esti Widiyana/detikJatim)

Ia menjelaskan, di kawasan tersebut terdapat proyek diversi Gunung Sari-Babat Jerawat belum tersambung.

"Kan ada diversi Gunung Sari sampai Pakal belum nyambung, tahun ini akan kita bangun. Setelah itu insyaallah lancar airnya," pungkasnya.

Meski demikian, banyak warga mengeluhkan datangnya banjir. Sebab babjir yang datang sudah terjadi sejak tahun 2014. Mereka kemudian membandingkan kepemimpinan Wali Kota sekarang dengan era Tri Rismaharini (Risma).

Rosi (50), warga Simo Kalangan misalnya, ia menuturkan banjir diduga karena adanya sampah yang menyumbat gorong-gorong. Karena hal ini, air tak bisa mengalir dan meluap dari gorong-gorong.

"Sampah banyak masuk ke gorong-gorong, jadinya nyumbat, nggak bisa masuk airnya ke gorong-gorong karena kebuntu," ujar Rosi.

Rosi pun membandingkan era kepemimpinan Tri Rismaharini dengan Eri Cahyadi. Era kepemimpinan terdahulu, saat hujan petugas rutin masuk ke gorong-gorong mengambil sampah yang menyumbat. Berbada dengan era sekarang.

"Zaman Bu Risma sering pasukan masuk gorong-gorong, sekarang nggak pernah ada. Petugas harusnya sering bersihkan gorong-gorong, apalagi waktu hujan, karena air dari atas turun ke sini," ujar Rosi.

Sementara itu, Siti (40) mengatakan, banjir di Simo Kalangan terjadi sejak sungai dirubah menjadi jalan. Pembangunan tersebut sejak tahun 2014, dampaknya banjir menyerang perkampungan.

Meski banjir, airnya pun juga cepat surut, apalagi sejak dibantu mobil PMK yang menyedot air banjir. Meski demikian, warga berharap fungsi sungai dikembalikan.

"Harapannya dikembalikan kayak dulu, nggak banjir, nggak menyusahkan warga, mulai sungai dibangun jalan air masuk ke warga," harapnya.




(hil/abq)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads