Hujan deras disertai angin kencang mengguyur Kota Surabaya. Akibatnya sejumlah kawasan di Kota Pahlawan terendam banjir.
Banjir terpantau terjadi di Kawasan Banyuurip, Simo, hingga beberapa titik di kawasan Surabaya Selatan. Salah satunya pemukiman Bendul Merisi.
Terlihat rumah warga banyak yang terendam banjir. Beberapa pengendara motor yang nekat menerjang banjir pun mogok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu warga, Eri Dwi Rahmanda mengatakan hujan berlangsung sejak pukul 16.30 WIB. Seketika, rumahnya dan warga sekitar terendam banjir.
"Ini masih belum reda sih sampai sekarang," kata Eri saat ditemui detikJatim di halaman rumahnya, Minggu (4/1/2026).
Warga Bendul Merisi Gang Besar Selatan Surabaya itu menegaskan kondisi diperparah dengan listrik yang mati. Hingga pukul 20.30, listrik padam.
"Lampu mati tadi sebelum maghrib. Sudah WA, sudah telepon ke PLN," ujarnya.
Ia mengungkapkan setiap hujan deras, warga selalu was-was. Sebab, debit air yang meningkat menyebabkan banjir di lokasi tersebut. Begitu juga dengan listrik yang selalu padam.
"Setiap hujan biasanya lampu mati, tapi ini kelihatannya yang paling lama, Mas. Kalau banjirnya ya biasanya gini, cuma ini ya banjir cuma hujannya nggak reda-reda gitu aja," imbuhnya.
Eri mengaku banjir dengan ketinggian hingga lutut orang dewasa masuk ke dalam rumah. Air kian bertambah banyak apabila ada kendaraan, seperti motor dan mobil melintas.
"Ini segini. Se-lutut. Ini sih paling lama (banjirnya). Biasanya kan habis gini kan terang, habis itu kan reda banjirnya. Tapi ini kan kelihatannya awet kayaknya hujannya, Mas," jelasnya.
Ia berharap, Pemkot Surabaya bisa memberi solusi agar banjir tak menjadi momok bagi warga Bendul Merisi maupun masyarakat luas. Begitu pula dengan listrik yang disebut kerap padam saat hujan melanda.
"Harapannya ya kalau bisa diperbaiki lagi, biar gak banjir lah. padahal sebelumnya sudah ada (perbaikan), nah ini gorong-gorong ini, Mas," tuturnya.
Hal senada disampaikan warga Bendul Merisi lainnya, Iwan. Menurutnya, motor warga dan pengendara kerap mogok bila nekat menerjang banjir.
"Banyak. Sampai biasanya di situ dipasang palang itu, Mas. Akhirnya palangnya nggak ada, terus terpaksa dilewati akhirnya pada mogok," ungkapnya.
Ia mengungkapkan sudah ada perbaikan dari pemerintah. Namun, saat hujan deras mengguyur, banjir tetap menjadi kekhawatiran warga.
"Sudah ada (perbaikan gorong-gorong), tapi lek deres suwe yo tetep ae banjir (kalau deras dan lama ya tetap banjir)," tutupnya.
