Pemakaman Prof. Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A., salah satu Pemimpin Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) dihadiri ribuan orang. Turut hadir di tengah para pelayat itu tokoh nasional seperti Abu Bakar Ba'asyir.
Pantauan detikJatim di Pemakaman Keluarga PMDG pada Minggu (4/1/2025) pagi, terlihat ada sejumlah tokoh nasional dan ulama yang hadir untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Prof Amal Fathullah Zarkasyi. Mereka terdiri dari para kiai, tokoh pesantren, alumni Gontor, santri, hingga masyarakat umum.
Kiai Abu Bakar Ba'asyir mengikuti rangkaian prosesi pemakaman hingga doa bersama di area pemakaman keluarga PMDG dengan pengawalan terbatas. Sang kiai diketahui pernah menempuh pendidikan di Pondok Modern Darussalam Gontor pada tahun 1959.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ba'asyir tampak khusyuk mengikuti doa sebelum Almarhum Prof Zarkasyi dimakamkan di tengah ribuan barisan pelayat yang hadir. Setelah prosesi selesai ia meninggalkan lokasi tanpa memberi pernyataan kepada awak media.
Arus pelayat terus berdatangan ke kawasan Pondok Gontor sejak dini hari. Para pelayat tampak tertib mengikuti rangkaian prosesi, mencerminkan suasana duka yang mendalam atas wafatnya salah satu tokoh sentral Gontor tersebut.
Prosesi pemakaman dimulai usai salat Subuh. Jenazah Prof. Amal Fathullah Zarkasyi terlebih dahulu disalatkan di lingkungan Pondok Modern Darussalam Gontor, kemudian diiring menuju pemakaman keluarga pondok.
Isak tangis santri dan pelayat mengiringi langkah jenazah menuju liang lahat. Banyak santri tampak menundukkan kepala sambil melantunkan doa sebagai penghormatan terakhir kepada guru dan pemimpin mereka.
Semasa hidupnya, Prof. Amal Fathullah Zarkasyi dikenal sebagai tokoh penting dalam pengembangan sistem pendidikan Pondok Gontor. Dedikasi dan pemikirannya menjadikan almarhum dihormati oleh berbagai kalangan, baik di dalam maupun luar negeri.
Kepergian Prof. Amal Fathullah Zarkasyi meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Pondok Modern Darussalam Gontor dan umat Islam di Indonesia. Meski demikian, nilai perjuangan dan pengabdiannya diyakini akan terus hidup melalui ribuan santri dan alumni yang pernah dididiknya.
(ihc/dpe)
