Kepergian Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), Prof Dr K.H. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A., meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Gontor, para alumni, hingga umat Islam di Indonesia. Sosok almarhum dikenal sebagai ulama, pendidik, sekaligus pemikir yang memiliki peran besar dalam pengembangan pesantren dan pendidikan tinggi.
Rektor Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, Prof Dr KH Hamid Fahmy Zarkasyi, menyebut almarhum merupakan generasi kelima dari kepemimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor sejak pesantren tersebut berdiri.
"Beliau adalah generasi kelima dari tiga serangkai pimpinan Pondok Gontor dari sejak berdiri sampai sekarang. Beliau juga menjadi pimpinan pondok periode kelima," ujar Prof Hamid Fahmy, Sabtu (3/1/2026) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, Prof Amal Fathullah memiliki perhatian yang sangat besar terhadap pengembangan universitas. Almarhum berpandangan bahwa pesantren harus berperan aktif dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul melalui pendidikan tinggi.
"Beliau mempunyai pandangan jauh ke depan, bahwa pesantren sekarang harus memikirkan tingkat perguruan tinggi, karena SDM bangsa ini memerlukan lulusan universitas," jelasnya.
Selain itu, almarhum juga dikenal sangat konsen memperjuangkan pengakuan pesantren di tingkat nasional. Ia disebut sebagai salah satu tokoh penting di balik lahirnya Undang-Undang Pesantren.
"Beliau sangat memperhatikan pesantren. Salah satu peran besarnya adalah terbitnya UU Pesantren yang mengakui pesantren salafiyah dan khalafiyah (ashriyah), sehingga tidak lagi diwajibkan mengikuti ujian negara seperti sebelumnya," ungkapnya.
Perhatian Prof Amal Fathullah terhadap pesantren dan pendidikan disebut konsisten sejak terbitnya berbagai peraturan menteri hingga disahkannya Undang-Undang Pesantren. Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai rektor UNIDA Gontor dan berperan besar dalam pengembangan institusi tersebut.
"Beliaulah yang memulai jaringan internasional, kerja sama dengan Eropa, negara-negara Arab, dan Asia Tenggara," katanya.
Secara akademik, almarhum merupakan profesor di bidang akidah dan ilmu kalam. Ia dikukuhkan sebagai guru besar pada 2014 dan kemudian menerima gelar doktor honoris causa dari Thailand. Di tingkat internasional, ia juga aktif di berbagai organisasi dunia Islam.
"Beliau tergabung dalam Persatuan Ulama Seluruh Dunia, menjadi salah satu ketua Forum Asia Afrika Diversity yang berpusat di Pakistan, serta menjadi dewan eksekutif Liga Universitas Islam Dunia yang berpusat di Mesir," paparnya.
Sejumlah proyek besar di UNIDA Gontor juga disebut merupakan inisiasi almarhum, termasuk pendirian Fakultas Kedokteran. "Banyak proyek yang beliau rintis dan kemudian berkembang besar. Kami sangat berutang budi kepada beliau," ucap Prof Hamid Fahmy.
Ia pun mengaku sangat kehilangan sosok Prof Amal Fathullah Zarkasyi. "Kami benar-benar kehilangan beliau, baik pemikiran, wawasan, maupun kiprah beliau," katanya.
Di akhir, doa pun dipanjatkan untuk almarhum. "Mudah-mudahan seluruh amal ibadah beliau diterima oleh Allah SWT," pungkasnya.
(dpe/abq)











































