Intensitas hujan mengakibatkan longsor terjadi di jalur Malang-Kediri. Sistem buka tutup diberlakukan untuk arus lalu lintas kendaraan.
Tanah longsor berasal dari tebing yang berada di tepi jalan Dusun Siatri, Desa Pait, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, Sabtu (3/1/2025), pukul 15.30 WIB.
Kabid Kedaruratan BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan mengatakan, tanah longsor diakibatkan karena hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Kecamatan Kasembon.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibatnya, kata Sadoni, tebing setinggi mengakibatkan tebing setinggi kurang lebih 10 meter dan lebar 5 meter longsor dan menutup separuh jalan propinsi (Malang-Kediri).
"Dampak dari longsor yang menutup separuh jalan, arus lalu lintas diberlakukan buka tutup atau bergantian," terang Sadono kepada wartawan, Sabtu malam.
Sadono menegaskan, bahwa tidak ada korban dalam bencana tanah longsor tersebut. Upaya pembersihan material longsor sudah dilakukan.
"Tidak ada korban," tegasnya.
Alat berat dan sejumlah peralatan lain turut dibawa bersama petugas untuk mempercepat proses pembersihan material longsor yang menutup badan jalan.
"Penanganan pembersihan selesai pukul kurang lebih pukul 21.40 WIB, arus lalu lintas kembali normal," ujarnya.
Meski begitu, upaya membersihkan badan jalan akan terus dilakukan, dengan mendatangkan mobil PMK. Untuk melakukan penyemprotan badan jalan.
"Kondisi jalan masih licin untuk penyemprtan jalan menunggu Damkar," pungkasnya.
(dpe/abq)











































