Malam Mencekam di Surabaya Saat Grahadi dan Polsek Tegalsari Berkobar

Kaleidoskop 2025

Malam Mencekam di Surabaya Saat Grahadi dan Polsek Tegalsari Berkobar

Denza Perdana - detikJatim
Rabu, 31 Des 2025 16:40 WIB
Massa membakar Gedung Negara Grahadi Surabaya.
Massa membakar Gedung Negara Grahadi Surabaya pada 30 Agustus 2025. (Foto: Esti Widiyana/detikJatim)
Surabaya -

Sabtu malam, 30 Agustus 2025, jantung Kota Pahlawan berubah horor. Aksi massa yang semula damai berujung anarkis saat ratusan orang tak dikenal berpakaian serba hitam mengamuk. Tak hanya merusak Gedung Negara Grahadi, massa juga membakar kantor polisi dan melakukan penjarahan massal di tengah situasi yang tak terkendali.

Ketegangan dimulai sejak sore hari saat massa mulai berkumpul di depan Gedung Negara Grahadi. Situasi sempat mereda sekitar pukul 19.00 WIB ketika Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin turun langsung menemui massa untuk berdialog. Namun, ketenangan itu hanya sesaat.

Memasuki pukul 20.00 WIB, gelombang massa yang lebih besar datang. Mereka mulai melemparkan batu dan menyalakan kembang api ke arah gedung. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pun keluar menemui massa pukul 20.39 WIB untuk mencoba meredam emosi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya harap semua dilakukan dengan baik, jangan anarkis, jangan terprovokasi," kata Khofifah di hadapan massa.

Nahas, imbauan itu dibalas lemparan air dan petasan. Petugas keamanan terpaksa mengevakuasi Khofifah masuk ke dalam gedung di bawah perlindungan tameng ketat TNI dan Polri.

ADVERTISEMENT

Sekitar pukul 21.27 WIB, api mulai berkobar di 5 titik sekitar Grahadi. Spanduk hingga pembatas jalan (water barrier) habis dilalap api.

Kericuhan mencapai puncaknya saat massa berhasil merangsek masuk melalui gerbang barat. Sebagian bangunan Grahadi, termasuk ruangan Wakil Gubernur Jatim ditaklukkan si jago merah. Di tengah kepulan asap aksi penjarahan terjadi.

Massa secara membabi buta masuk ke ruangan kerja dan ruang wartawan. Mereka menggasak berbagai inventaris kantor. Terpantau sejumlah printer, kursi, komputer desktop, hingga monitor dijarah dari dalam bangunan.

"Mereka masuk, terus melempari dan mengambil sejumlah tameng polisi. Ada yang bawa kayu tadi melempar juga," ujar seorang saksi mata di lokasi, Aldo (43).

Polsek Tegalsari Juga Dibakar

Tak puas meluluhlantakkan Grahadi, massa bergerak menuju Jalan Tegalsari. Sekitar pukul 00.33 WIB, api besar melalap halaman hingga lobi utama Polsek Tegalsari. Massa juga mencoret-coret papan nama polsek dengan tulisan penuh amarah.

Seorang warga yang melintas, Surya (39), mengaku melihat langsung detik-detik api membesar akibat lemparan cairan mudah terbakar.

"Pas lewat sini, ambil foto sekalian tadi, terbakar semua ruangannya. Saya lihat dari seberang pas massa bakar polsek," ungkap Surya.

Aksi anarkis ini diduga merupakan buntut dari kemarahan massa atas peristiwa yang terjadi sebelumnya di Jakarta. Saksi mata di lapangan menyebutkan bahwa massa perusuh ini berbeda dari kelompok mahasiswa.

"Bukan, mereka tidak memakai almamater kampus. Rata-rata berpakaian hitam," tegas Hakim, saksi mata lainnya.

Petugas gabungan TNI dan Polri baru berhasil memukul mundur massa hingga ke berbagai arah seperti Jalan Pemuda dan Basuki Rahmat menjelang dini hari dengan tembakan gas air mata. Surabaya pun menyisakan puing-puing sisa pembakaran di sepanjang jalan protokol.




(irb/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads