Di tengah empati masyarakat untuk korban bencana Sumatera. Insiden menerpa relawan Malang Bersatu akan mendistribusikan bantuan kepada korban bencana.
Dua kontainer bantuan yang akan didistribusikan tertahan, setelah berlabuh di Pelabuhan Belawan, Medan, Sumatera Utara.
Para relawan yang mengawal distribusi bantuan semakin terkejut, saat dua kontainer berisi bantuan raib dari lokasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketika sampai barang tidak ada, setelah kita telusuri ternyata turun di BPBD Sumut dan sudah dibongkar kunci kontainernya," ujar Sahlan kepada detikJatim dalam sambungan telpon, Senin (29/12/2025).
Menurut Sahlan, relawan harus membayar biaya sebesar Rp 1,2 juta per kontainer, untuk bisa mendistribusikan bantuan sedianya untuk korban bencana banjir di wilayah Aceh akhir Nopember 2025 lalu.
"Jadi kita disuruh ambil dan disuruh perlihatkan manifestnya, habis itu kita disuruh bayar Rp1,2 juta per kontainer. Jadi untuk 2 kontainer Rp 2,4 juta," tuturnya.
Dengan biaya sebesar itu, tentunya relawan cukup keberatan. Apalagi kontainer sudah dalam kondisi terbuka.
"Kita tidak ada biaya untuk itu. Pintu kontainer juga sudah terbuka dan barang-barang sudah dikeluarkan," terangnya.
Sahlan menyampaikan, upaya penyelesaian terhadap persoalan ini, kemudian dilakukan bersama BPBD Sumatera Utara, Pemprov Sumatera Utara, serta PT Pelni.
"Hari ini ada pertemuan, untuk menyelesaikan masalah ini. Hasilnya nanti akan kita kabari," tegasnya.
Seperti diberitakan, bantuan untuk korban bencana banjir Sumatera dari relawan Malang Raya dan Gimbal Alas tertahan di Pelabuhan Belawan, Medan. Kontainer berisi bantuan bagi korban bencana tertahan diduga karena persoalan administrasi di PT Pelni.
Sebelumnya, bantuan untuk korban bencana banjir Sumatera dari relawan Malang Raya dan Gimbal Alas tertahan di Pelabuhan Belawan, Medan. Kontainer berisi bantuan bagi korban bencana ini tertahan diduga karena persoalan administrasi di PT Pelni.
Ketua Yayasan Gimbal Alas Sahlan Junaedi mengatakan, mulanya relawan gabungan Malang Raya bersama Gimbal Alas terlibat dalam operasi SAR bencana Sumatera, tengah melakukan distribusi bantuan sebanyak dua kontainer.
"Ketika sampai barang tidak ada, setelah kita telusuri ternyata turun di BPBD Sumut dan sudah dibongkar kunci kontainernya," ujar Sahlan kepada detikJatim dalam sambungan telepon, Senin (29/12/2025).
(mua/abq)











































