Relawan UMSURA Hadir di Wilayah Terisolir Banjir Sumatra Utara

Duka dari Utara Sumatera

Relawan UMSURA Hadir di Wilayah Terisolir Banjir Sumatra Utara

Esti Widiyana - detikJatim
Senin, 29 Des 2025 13:23 WIB
Relawan UMSURA Hadir di Wilayah Terisolir Banjir Sumatra Utara
Relawan UMSURA hadir di wilayah terisolir banjir Sumatra Utara/Foto: Istimewa
Surabaya -

Relawan Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) menyusuri Sungai Besitang menggunakan sampan untuk menjangkau wilayah terisolir terdampak banjir di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Tim relawan menyasar Desa Bukit Mas, Dusun Aras Senapal Kiri dan Kanan, Kecamatan Besitang, untuk membuka Pos Layanan Kesehatan sekaligus memberikan dukungan psikososial bagi masyarakat terdampak.

Kegiatan tersebut didanai melalui Program Pengabdian Kepada Masyarakat Tanggap Darurat Bencana Wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat Tahun Anggaran 2025 Prioritas II. Dalam misi kemanusiaan ini, UMSURA menerjunkan sejumlah relawan, termasuk dokter dan perawat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perjalanan menuju lokasi dibagi dalam dua kloter menggunakan dua unit getek. Kloter pertama mengangkut tim kesehatan beserta obat-obatan, sementara kloter kedua membawa bantuan sembako untuk didistribusikan kepada warga.

ADVERTISEMENT

Akses menuju lokasi membutuhkan waktu sekitar satu jam dengan kondisi arus sungai yang cukup deras. Kloter pertama berhasil tiba dengan selamat dan langsung membuka layanan kesehatan serta pendampingan psikososial, khususnya bagi anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya. Namun, dalam perjalanan kloter kedua, getek yang mengangkut bantuan sembako menghadapi arus sungai yang semakin kuat hingga perahu terbalik. Bantuan sempat terbawa arus, tetapi berkat kesigapan relawan dan bantuan warga sekitar, seluruh logistik berhasil diselamatkan meski dalam kondisi basah.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut dan seluruh relawan berhasil dievakuasi dengan selamat.

Insiden itu tidak menyurutkan semangat para relawan. Sebaliknya, kejadian tersebut menjadi gambaran keberanian, ketangguhan, dan kepedulian relawan dalam menjalankan misi kemanusiaan di wilayah dengan akses yang sangat terbatas.

"Keselamatan relawan tetap menjadi prioritas utama. Meskipun kami sempat mengalami insiden di perjalanan, semangat untuk hadir dan melayani masyarakat tidak pernah surut. Ini adalah bagian dari perjuangan kemanusiaan," kata Koordinator Lapangan Relawan Muhammadiyah UMSURA, Syaiful Anam, Senin (29/12/2025).

Anam menegaskan, misi ini tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan. "Tetapi juga memastikan masyarakat di wilayah terisolir tetap memperoleh layanan kesehatan, serta dukungan psikososial pascabencana," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Lembaga Riset, Inovasi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LRIPM) UMSURA, Arin Setyowati, menjelaskan bahwa keterlibatan kampus dalam aksi kemanusiaan merupakan bagian dari komitmen tridarma perguruan tinggi.

"Pengabdian kepada masyarakat tidak boleh berhenti pada wilayah yang mudah dijangkau saja. Kehadiran relawan UMSURA di daerah terisolir adalah wujud tanggung jawab moral dan akademik untuk memastikan layanan kesehatan dan pendampingan psikososial tetap sampai kepada masyarakat yang paling membutuhkan," jelas Arin.

Ia menambahkan, sinergi antara relawan, tenaga kesehatan, dan masyarakat lokal menjadi kunci keberhasilan misi kemanusiaan di tengah keterbatasan akses dan kondisi alam yang menantang.

"UMSURA mengirimkan beberapa dokter dan perawat, ini udah hari ke 11 relawan ada di lokasi bencana," ujarnya.

Arin berharap, dibukanya Pos Layanan Kesehatan dan Dukungan Psikososial ini dapat memenuhi kebutuhan kesehatan dasar masyarakat serta membantu proses pemulihan kondisi fisik dan mental warga terdampak banjir.

"Relawan Muhammadiyah UMSURA komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, menjangkau wilayah-wilayah sulit, dan menjaga nilai kemanusiaan tetap hidup dalam setiap situasi darurat bencana," pungkasnya.




(esw/hil)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads