Sudah Sebulan Lebih Banjir Bengawan Njero Rendam Desa di Lamongan

Sudah Sebulan Lebih Banjir Bengawan Njero Rendam Desa di Lamongan

Eko Sudjarwo - detikJatim
Senin, 29 Des 2025 13:55 WIB
Sudah Sebulan Lebih Banjir Bengawan Njero Rendam Desa di Lamongan
Banjir luapan Bengawan Njero Lamongan/Foto: Eko Sudjarwo/detikJatim
Lamongan -

Banjir akibat luapan Sungai Bengawan Njero, anak Sungai Bengawan Solo, membuat warga Desa Bojoasri, Kecamatan Kalitengah, Lamongan, terisolasi. Kondisi tersebut telah berlangsung lebih dari satu bulan dan hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda surut.

Luapan sungai dipicu tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah Lamongan dalam beberapa hari terakhir. Akibatnya, akses jalan utama yang menghubungkan lima dusun di Desa Bojoasri terendam banjir sepanjang kurang lebih satu kilometer.

Ketinggian air di jalan poros desa mencapai sekitar 30 sentimeter atau setinggi lutut orang dewasa. Meski tergenang, jalan tersebut tetap dilalui warga karena menjadi satu-satunya akses untuk beraktivitas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejumlah kendaraan tampak nekat menerobos genangan air, mulai dari mobil pengangkut bahan pokok, kendaraan warga, hingga ambulans desa. Sebagian warga memilih memutar lewat jalur alternatif, meski harus menempuh jarak yang jauh lebih panjang.

ADVERTISEMENT

"Kalau tidak lewat sini, harus mutar jauh. Padahal ini satu-satunya jalan buat cari nafkah," ujar Sulianto, pedagang sayur yang setiap hari melintasi jalan banjir tersebut.

Warga mengaku banjir di wilayah Bengawan Njero merupakan kejadian tahunan. Namun, banjir kali ini dinilai lebih lama karena sudah berlangsung lebih dari sebulan dan berpotensi bertahan hingga beberapa bulan jika hujan terus turun.

"Sudah lebih dari sebulan, tapi belum ada bantuan yang kami terima, baik sembako maupun obat-obatan," kata Taufik, Kepala Dusun Pandantoyo, Desa Bojoasri.

Selain merendam jalan antar dusun, banjir juga menggenangi puluhan rumah warga. Dalam kondisi tersebut, sebagian warga terpaksa menggunakan perahu untuk beraktivitas sehari-hari, termasuk menuju ladang dan memenuhi kebutuhan keluarga.

Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan menangani persoalan banjir yang kerap berulang ini. Salah satu solusi yang diusulkan adalah peninggian jalan desa agar tidak lagi terendam saat Sungai Bengawan Njero meluap.

"Harapan kami jalan ditinggikan supaya ke depan banjir tidak separah ini lagi," pungkas Taufik.




(irb/hil)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads