Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung selama sepekan ke depan atau hingga akhir tahun 2025. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi.
BPBD Lamongan memetakan potensi bencana angin kencang, banjir, hingga tanah longsor yang bisa terjadi di sejumlah wilayah Lamongan. Kondisi cuaca yang tidak menentu dinilai berisiko menimbulkan kejadian-kejadian darurat, terutama angin kencang yang muncul secara tiba-tiba.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lamongan Ery Rosidi mengatakan, angin kencang berpeluang terjadi hampir di seluruh kecamatan. Menurutnya, jenis angin yang datang mendadak kerap sulit diprediksi dan dapat menimbulkan dampak seperti pohon tumbang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Potensinya bisa merata di hampir semua kecamatan. Angin kencang ini sering muncul tiba-tiba dan bisa menyebabkan pohon roboh serta gangguan lainnya," kata Ery Rosidi kepada wartawan, Rabu (24/12/2025).
Ia menambahkan, upaya mitigasi telah dilakukan bersama lintas instansi, seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perhubungan (Dishub), dan Pemadam Kebakaran (Damkar). Salah satu langkah yang dilakukan adalah pemangkasan pohon di sejumlah titik rawan.
"Langkah antisipasi sudah kami lakukan sejak apel mitigasi bencana hidrometeorologi beberapa waktu lalu. Kami juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati," jelasnya.
BPBD Lamongan mengingatkan warga untuk menghindari berteduh di bawah pohon saat hujan disertai angin kencang, dan segera mencari tempat yang lebih aman guna mengurangi risiko kecelakaan.
(irb/abq)











































