Asatan Bendungan Sampean Baru, Warga Berburu Ikan Saat Debit Air Turun

Asatan Bendungan Sampean Baru, Warga Berburu Ikan Saat Debit Air Turun

Chuk Shatu W - detikJatim
Kamis, 25 Des 2025 23:00 WIB
Tradisi asatan di Bendungan Sampean Baru Bondowoso.
Tradisi asatan di Bendungan Sampean Baru Bondowoso. Foto: Chuk SW/detikJatim
Bondowoso -

Ratusan orang dari berbagai daerah di Kabupaten Bondowoso dan sekitarnya membanjiri Bendungan Sampean Baru. Mereka beramai-ramai turun ke dasar bendungan untuk menangkap ikan.

Selain menangkap ikan, mereka juga menyaksikan proses pengurasan air bendungan sesaat sebelumnya. Setelah air menyusut, mereka ramai-ramai turun ke dasar bendungan dan sungai.

Sebab, di dasar bendungan yang tampak berlumpur itu ikan berbagai ukuran menggelepar. Proses tersebut merupakan tradisi "asatan" yang memang digelar setiap tahun. Asatan pun menjadi semacam tradisi yang selalu ditunggu-tunggu warga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Istilah asatan berasal dari bahasa lokal Madura, yang berarti menguras hingga kering. Tradisi asatan merupakan proses pengeringan bendungan untuk mengurangi sedimentasi di Bendungan Sampean Baru, yang terletak di Desa/Kecamatan Tapen, Kabupaten Bondowoso.

ADVERTISEMENT

Kegiatan mengeringkan bendungan ini dilakukan setiap tahun. Secara teknis, proses ini dikenal sebagai flushing, yaitu penggelontoran sedimen lumpur yang mengendap di dasar bendungan.

"Flushing ini akan kami lakukan selama seminggu, terhitung mulai kemarin," jelas Kepala Unit Pengelola Bendungan (UPB) Sampean Baru dan Bajulmati Wahyu Adi Nugroho kepada detikJatim di lokasi.

Dikatakan lebih lanjut, flushing bendungan berkapasitas 1,5 juta meter kubik itu dilakukan setiap hari dengan membuka pintu air mulai pukul 06.00 WIB hingga 17.00 WIB, kemudian ditutup kembali hingga pagi berikutnya.

"Selain menggelontor dengan metode flushing, pengerukan lumpur juga menggunakan alat berat," tandas Wahyu Adi.

Pantauan di lapangan, selama proses pengeringan, warga dapat leluasa turun langsung ke dalam bendungan untuk berburu ikan. Hal ini karena debit air di bendungan yang memiliki kedalaman sekitar 25 meter itu berkurang signifikan.

Akibatnya, banyak ikan yang terdampar. Warga pun menggunakan berbagai cara untuk menangkapnya, mulai hanya menggunakan tangan kosong, jaring, hingga jala.

"Asatan ini memang tiap tahun. Warga sudah hafal kapan bulannya. Ini yang selalu ditunggu," kata Ocha, warga Bondowoso yang sengaja datang bersama keluarganya.

Ia menyebut, selama tradisi asatan, warga diberi kesempatan untuk turun ke dalam bendungan. Debit air memang berkurang signifikan hingga hanya setinggi selutut.

"Ikan yang kami dapatkan biasanya langsung kami jual ke pengunjung yang datang. Bahkan, hingga berebut yang mau beli," pungkas Ocha.




(irb/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads