Fakta-fakta Gus Yahya Dicopot dari Kursi Ketum PBNU

Auliyau Rohman - detikJatim
Minggu, 30 Nov 2025 11:15 WIB
Konferensi pers Rais Aam PBNU putuskan Gus Yahya bukan Ketum PBNU. Foto: Faiq Azmi/detikJatim
Surabaya -

Pucuk pimpinan PBNU resmi mengalami perubahan. Rais Aam KH Miftachul Akhyar mengumumkan bahwa KH Yahya Cholil Staquf tak lagi menjabat sebagai Ketua Umum (Ketum) PBNU.

Kini, seluruh kewenangan Ketum PBNU beralih sepenuhnya ke Rais Aam. Nantinya, PBNU akan segera menggelar Rapat Pleno atau Muktamar untuk memastikan roda organisasi berjalan normal.

Fakta-fakta Gus Yahya Dicopot dari Kursi Ketum PBNU

1. Keputusan Dibuat Bersama Syuriah PBNU dan 36 PWNU

Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Kiai Miftah dalam silaturahmi bersama Syuriah PBNU dan 36 PWNU di Kantor PWNU Jatim, Sabtu (29/11/2025).

"Terhitung mulai tanggal 26 November 2025 pukul 00.45 WIB, KH Yahya Cholil Staquf tidak lagi berstatus sebagai Ketua Umum PBNU. Sejak saat itu, kepemimpinan PBNU sepenuhnya berada di tangan Rais Aam," kata Kiai Miftah.

2. Seluruh Atribut dan Kewenangan Gus Yahya Dicabut

Rais Aam menegaskan bahwa sejak keputusan itu berlaku, Gus Yahya tidak memiliki kewenangan maupun hak menggunakan atribut Ketua Umum PBNU.

"Tidak ada motif lain di luar yang tertulis dalam risalah rapat. Semua sesuai fakta," tegasnya.

3. PBNU Akan Gelar Rapat Pleno atau Muktamar

Untuk memastikan roda organisasi berjalan normal, PBNU akan segera menggelar Rapat Pleno atau Muktamar.

"Kita ingin transisi berjalan tertib, sesuai aturan jam'iyah," ujar Rais Aam.

4. Bentuk Tim Pencari Fakta (TPF)

Di tengah gejolak opini publik dan maraknya informasi simpang siur di media sosial-mulai isu konflik tambang hingga zionis Israel, Rais Aam memberikan perhatian khusus dan mengambil langkah tegas.

"Untuk mendapatkan kesahihan informasi, akan dibentuk Tim Pencari Fakta (TPF) yang bekerja secara utuh dan mendalam," jelasnya.

5. Kiai Anwar Iskandar dan KH Afifuddin Muhajir Jadi Pengarah TPF

Ia menunjuk Wakil Rais Aam KH Anwar Iskandar dan KH Afifuddin Muhajir sebagai pengarah TPF. Demi efektivitas kerja tim, implementasi Digdaya Persuratan Tingkat PBNU ditangguhkan sementara.

"Sedangkan implementasi Digdaya Persuratan Tingkat PWNU dan PCNU tetap dapat berjalan sebagaimana mestinya," tegasnya.

6. Seruan Menjaga Akhlak dan Kepentingan Jam'iyah

Rais Aam juga kembali mengingatkan nilai-nilai dasar organisasi.

"Semua pihak harus mengedepankan kepentingan bersama, menjaga akhlak yang mulia, dan menjunjung tinggi kejujuran dalam berpikir, bersikap, dan bertindak," ujarnya.

Sebagai langkah batiniah, ia mengajak seluruh jemaah NU memperbanyak doa.

"Marilah kita bermunajat kepada Allah SWT agar diberikan jalan keluar terbaik dan paling maslahat bagi Jam'iyah Nahdlatul Ulama," kata Rais Aam.




(auh/irb)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Foto

detikNetwork