PBNU Bentuk Tim Pencari Fakta Isu Tambang-Zionis di Pencopotan Gus Yahya

PBNU Bentuk Tim Pencari Fakta Isu Tambang-Zionis di Pencopotan Gus Yahya

Faiq Azmi - detikJatim
Sabtu, 29 Nov 2025 19:30 WIB
Konferensi pers Rais Aam PBNU putuskan Gus Yahya bukan Ketum PBNU
Konferensi pers Rais Aam PBNU putuskan Gus Yahya bukan Ketum PBNU. (Foto: Faiq Azmi/detikJatim)
Surabaya -

Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar membentuk tim pencari fakta (TPF) untuk menindaklanjuti berbagai informasi simpang siur di sosial media terkait dinamika PBNU belakangan ini.

TPF dibentuk untuk mencari fakta terkait simpang siur konflik tambang hingga zionis Israel yang menjadi bahan perbincangan di sosial media dalam proses pencopotan Gus Yahya dari kursi Ketum PBNU.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setelah mencermati dinamika di masyarakat, termasuk berbagai informasi dan opini di media arus utama dan media sosial, kami memberikan perhatian secara khusus. Selanjutnya, untuk mendapatkan kesahihan dari berbagai informasi tersebut, kami akan menugaskan Tim Pencari Fakta untuk melakukan investigasi secara utuh dan mendalam terhadap berbagai informasi yang berkembang di tengah-tengah masyarakat," kata Kiai Miftah di Kantor PWNU Jatim, Sabtu (29/11/2025) petang.

Kiai Miftah kemudian menunjuk Wakil Rais Aam PBNU KH Anwar Iskandar dan KH Afifuddin Muhajir untuk menjadi Pengarah dalam Tim Pencari Fakta.

ADVERTISEMENT

"Untuk memastikan Tim Pencari Fakta dapat menjalankan tugas dengan baik, maka khusus implementasi Digdaya Persuratan Tingkat PBNU kami perintahkan untuk ditangguhkan sampai dengan selesainya proses investigasi. Sedangkan implementasi Digdaya Persuratan Tingkat PWNU dan PCNU tetap dapat berjalan sebagaimana mestinya," tandasnya.

Sebelumnya, Kiai Miftah bersama sejumlah pengurus PBNU menggelar pertemuan tertutup di Kantor PWNU Jatim, Sabtu (29/11/2025).

Usai pertemuan itu, Kiai Miftah memastikan KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) sudah tidak menjabat sebagai Ketum PBNU.

Untuk sementara, Kia Miftah menegaskan dirinya yang akan menjadi Ketua Umum PBNU untuk sementara.

"Dan sejak saat itu (Gus Yahya sudah tidak menjadi Ketum PBNU), kepemimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sepenuhnya berada di tangan Rais Aam," kata Kiai Miftah di Surabaya, Sabtu (29/11/2025) sore.

Kiai Miftah menegaskan dalam waktu dekat akan digelar Muktamar untuk menentukan Ketum PBNU di masa periode yang akan datang.

Halaman 2 dari 2
(auh/hil)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads