Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar membentuk tim pencari fakta (TPF) untuk menindaklanjuti berbagai informasi simpang siur di sosial media terkait dinamika PBNU belakangan ini.
TPF dibentuk untuk mencari fakta terkait simpang siur konflik tambang hingga zionis Israel yang menjadi bahan perbincangan di sosial media dalam proses pencopotan Gus Yahya dari kursi Ketum PBNU.
"Setelah mencermati dinamika di masyarakat, termasuk berbagai informasi dan opini di media arus utama dan media sosial, kami memberikan perhatian secara khusus. Selanjutnya, untuk mendapatkan kesahihan dari berbagai informasi tersebut, kami akan menugaskan Tim Pencari Fakta untuk melakukan investigasi secara utuh dan mendalam terhadap berbagai informasi yang berkembang di tengah-tengah masyarakat," kata Kiai Miftah di Kantor PWNU Jatim, Sabtu (29/11/2025) petang.
Kiai Miftah kemudian menunjuk Wakil Rais Aam PBNU KH Anwar Iskandar dan KH Afifuddin Muhajir untuk menjadi Pengarah dalam Tim Pencari Fakta.
"Untuk memastikan Tim Pencari Fakta dapat menjalankan tugas dengan baik, maka khusus implementasi Digdaya Persuratan Tingkat PBNU kami perintahkan untuk ditangguhkan sampai dengan selesainya proses investigasi. Sedangkan implementasi Digdaya Persuratan Tingkat PWNU dan PCNU tetap dapat berjalan sebagaimana mestinya," tandasnya.
(auh/hil)