Siswa SMPN 57 Surabaya Ubah Limbah Kulit Bawang Jadi Tinta Spidol

Eka Fitria Lusiana - detikJatim
Minggu, 30 Nov 2025 09:00 WIB
Siswa SMPN 57 Surabaya ciptakan inovasi limbah kulit bawang diolah jadi tinta spidol/Foto: Istimewa/Dokumen Raihan
Surabaya -

Berangkat dari keresahan meningkatnya limbah kulit bawang putih, membuat siswa SMPN 57 Surabaya, Raihan Jouzu, menciptakan solusi inovatif dengan mengubahnya menjadi tinta spidol. Ide cemerlang ini kemudian dikembangkan hingga menghasilkan produk yang ramah lingkungan.

"Awal mula saya mendapatkan ide pembuatan tinta spidol dari kulit bawang putih berawal dari keprihatinan terhadap banyaknya limbah organik di sekitar kita yang belum termanfaatkan secara optimal," ujar Raihan saat dihubungi detikJatim, Sabtu (29/11/2025).

Meski sempat diremehkan orang-orang di sekitarnya, tidak lantas membuat Raihan patah semangat. Ia membuktikan limbah bawang putih mampu menghasilkan produk berdaya guna.

Raihan melakukan pengumpulan limbah kulit bawang putih Foto: Istimewa/Dokumen Raihan

"Orang tua saya sempat bingung namun tetap memberikan dukungan penuh. Teman-teman saya awalnya tidak percaya, bahkan menganggap ide ini mustahil, meskipun mereka menilai inovasi ini kreatif dan unik," tutur Raihan.

"Namun, setelah saya berhasil membuktikan bahwa limbah kulit bawang putih benar-benar dapat diolah menjadi tinta spidol yang berfungsi dengan baik, banyak yang akhirnya kagum dan memberikan apresiasi positif," imbuhnya.

Selama proses pengerjaan, Raihan mengaku sempat mengalami tantangan dan kesulitan, terutama dalam mengumpulkan limbah bawang putih. Ia harus beberapa pasar untuk mencari limbah kulit bawang putih.

Belum lagi jika ia mendapati kulit bawangnya dalam keadaan basah, ia harus mengeringkannya terlebih dahulu.

"Prosesnya lumayan sulit, contoh waktu itu saya pernah menyewa bentor (becak motor), cuaca sedang hujan. Dan proses pembuatan juga lumayan lama," terangnya.

Siswa SMPN 57 Surabaya ciptakan inovasi limbah kulit bawang diolah jadi tinta spidol Foto: Istimewa/Dokumen Raihan

Namun, setelah memiliki 20 mitra dan lima kampung binaan, Raihan lebih mudah mengumpulkan limbah. Ia mengaku berhasil mengumpulkan 3.120 kilogram kulit bawang putih.

"Saya mulai melakukan sosialisasi kepada masyarakat, meliputi ibu-ibu PKK, karang taruna, RT/RW, hingga sekolah-sekolah untuk mengajak mereka berpartisipasi. Dari hasil sosialisasi tersebut, saya berhasil membentuk mitra dan kampung binaan yang hingga kini menjadi pemasok utama kulit bawang putih," kata Raihan.

Berkat gagasan cemerlang ini, ia berhasil menyabet juara terbaik II dalam Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup 2024. Kini, produk tinta spidol dari kulit bawang putih sudah mulai terjual dan diminati. Ia juga berencana akan memasarkan produknya di offline dan online store.

Tak sampai di situ, Raihan juga telah mengembangkan produk turunan dari limbah ini hingga menghasilkan produk berupa Eco Enzyme, sabun cair serbaguna, dan pupuk kompos.

Ia berharap, inovasi ini dapat mengurangi sampah organik yang sering dianggap tidak berguna dan mampu menginspirasi orang-orang agar lebih peduli terhadap lingkungan.

"Saya juga berharap ide ini bisa menginspirasi teman-teman lain untuk lebih kreatif, peduli lingkungan, dan mencoba membuat produk ramah lingkungan yang mudah dilakukan dari rumah. Dengan langkah kecil seperti ini, semoga kita bisa berkontribusi pada gaya hidup zero waste dan mendorong lebih banyak inovasi hijau di masa depan," pungkasnya.



Simak Video "Video: Aksi Demo di Polrestabes Surabaya Ricuh, Massa Bentrok dengan Aparat"

(auh/hil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork