Kawasan bekas tambak udang di Desa Wonocoyo, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek disulap menjadi hutan mangrove. Selain menjadi benteng laut, kawasan tersebut masih bisa dimanfaatkan untuk alternatif perekonomian masyarakat.
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengatakan upaya alih fungsi lahan menjadi kawasan sabuk hijau di pesisir selatan dinilai lebih bermanfaat, karena dapat melindungi kawasan daratan dari ancaman abrasi.
"Kalau tambak udang cenderung merusak ekosistem laut karena ada limbahnya, untuk itulah kami bersama UINSA dan pemilik tambak ingin mengubah itu, dan sekaligus menambah luasan sabuk hijau di pesisir pantai di Kecamatan Panggul," kata M Nur Arifin, Rabu (12/11/2025).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ide ini mendapatkan tanggapan positif dari masyarakat dan pemilik tambak setempat. Bahkan, enam orang secara sukarela ikut dalam program "Tambak Mangrove".
Menurutnya, meskipun diubah menjadi tambak mangrove, tidak serta merta akan menghilangkan mata pencaharian masyarakat sekitarnya. Saat ini, akses ekonomi masyarakat bisa digeser lebih ramah lingkungan sekaligus melindungi kawasan bibir pantai.
Pihaknya berharap bibit mangrove tersebut dapat dijaga sehingga bisa tumbuh dengan baik. Terciptanya kawasan hutan mangrove diyakini akan membawa dampak positif bagi masyarakat. Hutan mangrove akan menjadi habibat udang, kepiting, hingga ikan, sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat.
"Alhamdulillah, sudah ada yang besar. Kemudian di sini ada enam penambak yang sudah mendeklarasikan diri menjadi pionir dengan total luasan rata-rata seribuan hektare, jadi ada 6.000 meter persegi. Nanti dari situ kami mulai mencoba untuk mengajak yang lain ikut terlibat," jelas Bupati Arifin.
Selain untuk menyelematkan lingkungan pesisir, keberadaan hutan mangrove tersebut ke depan diharapkan juga bisa menjadi kawasan wisata edukasi yang representatif.
Sementara itu, Ketua Prodi Ilmu Kelautan UINSA Andik Dwi Muttaqin mengatakan dibutuhkan kolaborasi bersama untuk mewujudkan hutan mangrove di pesisir selatan Trenggalek.
"Program ini sebenarnya sudah cukup lama kami diskusikan dengan Mas Bupati, cuma baru hari ini bisa terselenggara karena terkait beberapa hal. Termasuk uji coba 500 bibit pertama yang tahun kemarin kami tanam," katanya.
Pihaknya pun berharap bibit mangrove tersebut dapat tumbuh dengan baik, dan memberikan manfaat bagi ekologi dan ekonomi masyarakat Trenggalek.
(auh/irb)











































