Lima Sekolah Dasar di Kabupaten Blitar akan digabung atau regrouping. Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Blitar menyebut alasan di balik rencana penggabungan SD itu.
"Salah satunya (penyebab) regrouping dilakukan untuk efisiensi anggaran dan mendukung perluasan Ibu Kota Kabupaten," kata Kabib Pengelolaan SD Disdik Kabupaten Blitar, Deny Setiawan kepada detikJatim, Sabtu (8/11/2025).
Deny menyebut regrouping lembaga SD itu dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah faktor. Termasuk faktor minimnya siswa karena angka kelahiran menurun. Sehingga output dari TK (Taman Kanak-kanak) ikut menurun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selain karena jumlah siswa menurun juga untuk kepentingan strategis. Rencana perluasan ibu kota kabupaten, seperti di wilayah Kecamatan Kanigoro," terangnya.
Berdasarkan data Disdik, ada lima lembaga SD yang akan digabung. Diantaranya yakni SDN Pojok 3 Garum digabung dengan SDN Pojok 2 Garum, SDN Banggle 1 digabung dengan SDN Sawentar 1, dan SDN Satriyan 1 digabung dengan SDN Satriyan 2. Selain itu, SDN Maron 2 digabung dengan SDN Maron 5, dan SDN Genengan 1 digabung dengan SDN Doko 1.
Deny mengatakan rencana regrouping lembaga SD itu masih berjalan. Termasuk tahap rapat pleno dan penerbitan berita acara. Hal itu dilakukan untuk pemindahan barang aset daerah hingga guru pengajar.
"Setelah itu nanti akan diserahkan ke bagian hukum, untuk diusulkan SK regrouping ke Bupati. Jadi ini (regrouping) sudah jalan, sambil menunggu pengusulan SK ke Bupati," tandasnya.
(dpe/abq)
