Aksi unjuk rasa memanas di Surabaya buntut wafatnya Affan Kurniawan (21) yang dilindas kendaraan taktis Brimob saat demo di Jakarta. Ribuan massa turun ke jalan, memusatkan aksi di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya.
Situasi yang awalnya berlangsung dengan longmarch berubah mencekam ketika massa mencoba menerobos pagar, melempari aparat, hingga membakar fasilitas umum. Polisi pun menembakkan gas air mata, namun bentrokan berlanjut hingga tengah malam.
Berikut fakta-fakta kericuhan demo di Surabaya:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Massa Bergerak dari Taman Apsari ke Grahadi
Ratusan massa yang menamakan diri Solidaritas Affan Kurniawan bergerak dari Taman Apsari sekitar pukul 14.40 WIB dengan longmarch menuju Grahadi, mayoritas memakai pakaian serba hitam sementara sebagian lainnya mengenakan atribut ojek online.
2. Pagar Grahadi Jebol, Puluhan Motor Dibakar
Setelah upaya massa menerobos gerbang dan melempar batu ke arah gedung, polisi menyemprotkan meriam air dan menembakkan gas air mata, namun massa kian beringas hingga pagar Grahadi jebol dan puluhan motor di halaman sisi timur dibakar, tercatat ada 21 motor hangus tinggal rangka.
"Jangan ada provokasi," kata polisi menenangkan massa.
3. Jalan Protokol Lumpuh dan Situasi Mencekam
Bentrokan antara aparat dan massa menjalar hingga Jalan Panglima Sudirman (Pangsud) dan Basuki Rahmat (Basrah), di mana tembakan gas air mata dan semprotan meriam air berbalas dengan lemparan batu serta mercon, membuat jalan protokol di jantung Kota Surabaya lumpuh.
4. Polsek Tegalsari Jadi Sasaran
Selain bentrok di jalanan, massa juga menyerang Polsek Tegalsari, meninggalkan inventaris berserakan dan coretan hujatan di dinding bertuliskan A.C.A.B (all corps are bastard) sebagai bentuk kemarahan.
5. Fasilitas Umum dan Water Barrier Ikut Dibakar
Tak hanya menyerang aparat, massa juga merusak fasilitas umum milik Pemkot Surabaya di trotoar, sementara pembatas jalan (water barrier) ikut dibakar di tengah jalan hingga membuat kawasan kota tampak porak-poranda.
6. Tujuh Pos Polisi Dibakar Massa
Menjelang tengah malam, massa yang dipukul mundur justru melampiaskan amarahnya dengan membakar tujuh pos polisi di sepanjang Jalan Basrah, Darmo, dan A Yani, mulai dari pos dekat patung karapan sapi, pos Taman Bungkul, hingga pos Bundaran Dolog.
(abq/hil)