Porak-poranda Kota Surabaya Diamuk Pendemo Buntut Kematian Driver Ojol

Round Up

Porak-poranda Kota Surabaya Diamuk Pendemo Buntut Kematian Driver Ojol

Amir Baihaqi - detikJatim
Sabtu, 30 Agu 2025 07:39 WIB
Suasana Jalan Basrah Surabaya yang masih membara
Suasana Jalan Basrah Surabaya yang masih membara (Foto: Esti Widiyana/detikJatim)
Surabaya -

Kasus wafatanya Affan Kurniawan (21) yang dilindas kendaraan taktis Brimob saat kericuhan demo terdahadp DPR RI di Jakarta berdampak besar. Sebab kematian driver ojol itu direspon hingga berujung anarkis nyaris serentak di berbagai daerah, tak terkecuali di Kota Surabaya.

Berbeda dengan di daerah lain, demo difokuskan di gedung DPRD dan kantor kepolisian daerah (polda), ribuan massa di Kota Pahlawan memfokuskan demo di gedung Grahadi yang juga merupakan kantor Gubernur Jatim.

Pantauan detikJatim, ratusan massa yang menamakan diri Solidaritas Affan Kurniawan bergerak dari Taman Apsari sejak pukul 14.40 WIB. Mereka datang ke Grahadi dengan melakukan longmarch.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mayoritas peserta aksi berpakaian serba hitam, sebagian lainnya mengenakan atribut ojek online. Setibanya di depan Grahadi sekitar pukul 14.45 WIB, sejumlah massa mencoba menerobos gerbang utama hingga melemparkan batu dan botol air mineral ke arah pintu masuk gedung.

Polisi yang berjaga langsung mengimbau massa untuk menghentikan aksi pelemparan. Aparat meminta agar tidak ada provokasi dan mengingatkan agar massa tidak melakukan tindakan anarkis.

ADVERTISEMENT

"Jangan ada provokasi," kata polisi menenangkan massa.

Tak kurang dari setengah jam, keriuhan pun pecah, semprotan meriam air pun dilepaskan, karena massa yang terus melempar apa saja dan berupaya mendobrak pagar Grahadi.

Massa yang semakin tak terkendali kemudian ditembak gas air mata. Bukan bubar massa semakin beringas. Pagar Grahadi pun jebol, puluhan motor yang terparkir di halaman parkir sisi timur dibakar. Tercatat ada sekitar 21 motor yang hangus tinggal rangkanya saja.

Penampakan motor yang hangus usai dibakar massa demo di SurabayaPenampakan motor yang hangus usai dibakar massa demo di Surabaya Foto: Istimewa

Karena hal ini, aparat lantas maju dan berupaya memukulmundur massa. Namun massa terus melakukan perlawanan hingga malam hari. Massa yang melawan bertahan di Jalan Panglima Sudirman (Pangsud), Basuki Rahmat (Basrah) dan sekitarnya.

Jalan di tengah kota mencekam dan lumpuh. Tembakan gas air mata dan semprotan meriam air dengan mercon dan lemparan batu saling bersahutan antara aparat dan massa pendemo hingga malam.

Masyarakat yang hendak pulang dari kantor atau pekerjaan banyak yang terjebak atau harus mencari jalan alternatif. Ini karena jalan protokol di tengah kota jadi ajang terbuka antara aparat dan pendemo.

Di Jalan Basrah, pendemo yang masih bertahan menyerang Polsek Tegalsari. Tampak berbagai inventaris berserakan dan coretan dinding hujatan A.C.A.B (all corps are bastard).

Tak hanya itu, sejumlah pembatas jalan atau water barrier jalan juga dibakar di tengah jalan, fasilitas umum di trotoar milik Pemkot Surabaya juga tak luput dirusak pendemo. Kondisi ini nyaris terjadi di sejumlah jalan di kawasan jantung kota Surabaya.

Pos polisi di Surabaya dibakar massaPos polisi di Taman Bungkul, Jalan Darmo Surabaya dibakar massa (Foto: Deny Prastyo Utomo/detikJatim)

Menjelang tengah malam, massa pendemo yang dipukul mundur berangsur bubar, namun ternyata mereka memilih pos polisi di sepanjang Jalan Basrah, Darmo hingga A Yani. Ada sekitar 7 pos polisi yang jadi sasaran pembakaran massa.

Ketujuh pospol tersebut berada di Jalan Basuki Rahmat (dekat patung karapan sapi), pospol Jalan Darmo, pospol Taman Bungkul Darmo, pospol Jalan Wonokromo Kebun Binatang Surabaya (KBS), pospol bawah flyover Mayangkara, pospol Jalan A Yani simpang Margorejo, dan pospol Jalan A Yani Bundaran Dolog/Taman Pelangi.

Massa yang mengendari motor tampak membakar pos-pos tersebut yang telah kosong. Tak ada satu pun aparat yang tampak di sekitar lokasi membuat massa leluasa hingga tengah malam menjelang dini hari.




(auh/abq)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads