Kunjungi RSUD Syamrambu, Kemenko PMK Cek Penyebaran Campak di Bangkalan

Kunjungi RSUD Syamrambu, Kemenko PMK Cek Penyebaran Campak di Bangkalan

Kamaluddin - detikJatim
Jumat, 29 Agu 2025 17:15 WIB
Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan, dan Pembangunan Kependudukan, Kemenko PMK, Sukadiono
Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan, dan Pembangunan Kependudukan, Kemenko PMK, Sukadiono (Foto: Kamaluddin/detikJatim)
Bangkalan -

Kementerian Koordinator PMK memonitoring langsung RSUD Syamrabu Bangkalan setelah melonjaknya kejadian luar biasa (KLB) campak di Sumenep. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran campak di Bangkalan.

"Kegiatan kali ini, mau monitoring usai kejadian KLB campak di Sumenep, salah satu jadwal monitoring, di Madura Raya adalah Bangkalan," Kata Sukadino Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan, dan Pembangunan Kependudukan, Kemenko PMK RI, Jumat (29/8).

Ia menyampaikan, saat ini Bangkakan sudah ada kewaspadaan untuk mengantisipasi penyebaran campak. Seperti kegiatan imunisasi vaksin campak yang dilakukan oleh dinas terkait, dan semua fasilitas kesehatan kerjasama mencegah terjadinya KLB campak di Kota salak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya lihat fasilitas di RSUD ini sangat bagus, karena sudah menyiapkan isolasi khusus sebagai langkah antisipasi penyebaran campak," ungkapnya

ADVERTISEMENT

Sukadino menyampaikan Cakupan imunisasi itu menjadi salah satu upaya Pemkab untuk antisipasi penyebaran penyakit campak. Ia Juga meminta BBLK Surabaya untuk bisa jemput bola mengambil sampel pengujian campak ke setiap Kabupaten yang terdampak.

"Target imunisasi campak adalah 95 persen, dengan capaian saat ini, kami mengapresiasi," ujarnya

"Hal ini sudah menjadi komitmen Menkes agar BBLK bisa jemput bola," imbuhnya.

Dia juga mengungkapkan, campak menjadi salah satu penyakit yang menular. Bahkan penularan penyebaran genus Morbillivirus itu, lebih cepat dari virus Covid.

"Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), angka reproduksi dasar atau R0 untuk campak adalah 12-18. Sementara untuk Covid hanya di sekitar angka 8, jadi penyebarannya lebih cepat Campak," tandasnya.

Sementara itu, Dokter Spesialis Anak RSUD Syamrabu Bangkalan, dr. Mega Malynda, mengatakan, gejala penyakit campak biasanya diawali dengan demam pada hari pertama, diikuti munculnya bintik-bintik merah yang dimulai dari belakang telinga lalu menyebar ke seluruh tubuh. Gejala ini sering kali disertai batuk dan pilek.

"Untuk melindungi dari penyakit campak adalah imunisasi, meskipun anak yang sudah vaksin terkena campak. Gejalanya lebih ringan," jelasnya.

Menurut Mega, Saat ini, pasien yang masih dirawat berjumlah 17 anak suspek campak. Syukurnya kondisi semua pasien itu terus stabil. "Dari 17 anak yang di rawat, ada 4 anak yang direncanakan dibawa pulang," pungkasnya.




(auh/abq)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads