"Kami DPC PDIP Kota Malang merekomendasikan ke DPP untuk berkoalisi di Pilkada Kota Malang tahun 2024," ujar Ketua DPC PDIP Kota Malang I Made Rian Diana Kartika kepada detikJatim, Jumat (15/3/2024).
Made mengungkapkan alasan DPC PDIP Kota Malang membuka pintu koalisi di Pilwali 2024 nanti. Satu di antaranya perolehan kursi di DPRD Kota Malang hasil Pileg 2024 yang cukup ketat.
"Karena kursi sekarang kan ketat, PDI 9, PKB 8, PKS 7, Gerindra 6, Golkar 6 kan jadi pemikiran juga (koalisi)," ungkapnya.
Selain itu, lanjut Made, bangunan komunikasi lintas partai di Kota Malang selama ini berjalan cukup baik. Meskipun, tensi konstelasi politik cukup tinggi di Pilpres 2024 kemarin.
"Kita sampaikan masukan itu ke DPP, karena di Kota Malang hubungan antarpartai cukup baik. Walaupun Pilpres kemarin begitu ketat pertarungan antarcalon tidak sampai memecah belah kita, komunikasi antarpartai masih baik," sambungnya.
Kendati begitu, DPC PDIP Kota Malang tetap menunggu keputusan DPP PDIP terkait formasi koalisi di Pilwali 2024 nanti.
"Koalisinya seperti apa nanti di tingkat pusat yang akan menentukan. Tapi yang jelas kami ingin berkoalisi dengan Gerindra, PKB, Golkar, dan dengan PKS. Tidak tutup kemungkinan dengan NasDem ataupun Demokrat," terangnya.
Made menambahkan, PDIP hanya akan mengajukan calon Wali Kota Malang, bukan Wakil Wali Kota. Sebab, sejatinya PDIP bisa mengusung calon sendiri dan jumlah kursinya terbanyak di DPRD Kota Malang.
"Kita ajukan N1 (Wali Kota Malang) saja, karena rekomendasi DPC (Kota Malang) ingin berkoalisi," pungkasnya.
(dte/dte)