55 Hari Jelang Akhir Jabatan, Khofifah Klaim Semua Janji Kampanye Terwujud

Faiq Azmi - detikJatim
Senin, 06 Nov 2023 23:30 WIB
Gubernur Jatim Khofifah bersama Wagub Jatim Emil Dardak dan Ketua DPRD Jatim Kusnadi. (Foto: Faiq Azmi/detikJatim)
Surabaya -

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak akan mengakhiri masa jabatannya secara resmi pada 31 Desember 2023. Kurang 55 hari lagi. DPRD Jatim pun telah mengirim surat usulan pemberhentian keduanya ke Kemendagri.

Khofifah mengatakan usulan pemberhentian ini sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dia pun menyampaikan ucapan terima kasih atas kerja sama semua pihak yang menurutnya telah terbangun harmonis di Jawa Timur.

"Pada intinya, tugas saya dan Pak Emil Dardak sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur untuk periode ini akan berakhir pada 31 Desember 2023 bulan depan. Sesuai undang-undang, maka selanjutnya diusulkan oleh pimpinan DPRD kepada Presiden melalui Menteri untuk gubernur dan/atau wakil gubernur untuk mendapatkan penetapan pemberhentian," ujar Khofifah di Surabaya, Senin (6/11/2023).

"Tentunya kami menyampaikan terima kasih atas semua sinergitas yang telah terbangun dengan sangat baik dan harmonis. Baik antara Eksekutif dengan legislatif, serta dengan seluruh elemen strategis dan stakeholder lainnya. Sehingga membawa Jatim menjadi provinsi terdepan. Terima kasih partisipasi aktif semua masyarakat Jawa Timur," lanjutnya.

Di penghujung masa jabatannya ini Khofifah mengklaim bahwa visi dan misi serta program Nawa Bhakti Satya yang telah ia gaungkan sejak masa kampanye telah dia wujudkan selama masa kepemimpinannya bersama Wagub Emil Dardak.

Visi 'Terwujudnya Masyarakat Jawa Timur yang Adil, Sejahtera, Unggul dan Berakhlak dengan Tata Kelola Pemerintahan yang Partisipatoris Inklusif melalui Kerja Bersama dan Semangat Gotong Royong' menurutnya sudah dilaksanakan dalam 7 misi strategis.

Misi pertama mengupayakan keseimbangan pembangunan ekonomi, baik antarkelompok, antarsektor maupun antarwilayah. Kedua terciptanya kesejahteraan yang berkeadilan sosial dengan memperhatikan kelompok masyarakat yang rentan.

Misi ketiga pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat Jawa Timur yang meliputi jaminan kesehatan, jaminan pendidikan serta membangun kedaulatan pangan. Lalu misi keempat yaitu memberi kemudahan akses terhadap lapangan pekerjaan dan keterhubungan wilayah.

Selanjutnya, misi kelima mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, terbuka dan partisipatoris. Kemudian misi keenam memperkuat demokrasi kewargaan untuk menghadirkan ruang sosial yang menghargai prinsip kebhinekaan.

Serta misi ketujuh mewujudkan pembangunan yang berwawasan lingkungan untuk menjamin keselarasan ruang ekologi, ruang sosial, ruang ekonomi dan ruang budaya.

Ketujuh misi itu kemudian dipertajam dengan perumusan Nawa Bhakti Satya yakni dengan 9 bhakti. Yaitu Jatim Sejahtera, Jatim Sehat dan Cerdas, Jatim Kerja, Jatim Akses, Jatim Agro, Jatim Berkah, Jatim Berdaya, Jatim Amanah, serta Jatim Harmoni.

"Visi dan Misi Provinsi Jawa Timur serta Nawa Bhakti Satya tersebut telah kami laksanakan dengan baik. Dengan segala kemampuan dan kecerdasan membangun kerja yang berinisiatif, kolaboratif dan inovatif yang melibatkan semua warga dan aktor-aktor strategis Jawa Timur (partisipators)," tegasnya.

"Sehingga kami dapat menghasilkan tidak saja warga Jawa Timur yang berbahagia dan sejahtera namun juga menghasilkan putra-putri Jawa Timur sebagai Game Changer (pengubah permainan atau keadaan)," tandasnya.

Sosok Game Changer ini, kata Khofifah sangat dibutuhkan oleh Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan hingga krisis di masa depan. Di antaranya krisis kebutuhan energi yang sehat, tantangan mengejar kedaulatan pangan, kebutuhan pendanaan di masa transisi, tantangan digital, dan dorongan masif dalam riset dan teknologi.

"Tujuan kami adalah kesejahteraan, kebahagiaan, dan lahirnya bibit-bibit unggul sebagai pengubah keadaan yang mampu berpikir dan bekerja dengan penuh inisiatif, kolaboratif, dan inovatif, bukan sekedar whisfull thinking," imbuhnya.

Selain itu, berbagai kemajuan dan penghargaan yang telah diraih dalam kurun 5 waktu terakhir dia sebut menjadi bukti bahwa kerja kerasnya selama ini menjadikan Jawa Timur terus maju dan melaju.

"Ini menjadi gambaran bahwa kami tidak pernah berhenti bergerak dan berjuang untuk mewujudkan cita-cita bangsa ini. 'Optimis Jatim Bangkit, Terus Melaju'. Motto ini menjadi penyemangat kami untuk terus bekerja keras dan berikhtiar mengharap rida Allah SWT," tegasnya.

Segera digantikan penjabat gubernur. Baca di halaman selanjutnya.




(dpe/iwd)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork