Sholat Idul Adha merupakan salah satu amalan di Hari Raya Idul Adha. Berikut ini tata cara sholat Idul Adha.
Umat Islam di Tanah Air akan merayakan Idul Adha 1444 H pada Kamis, 29 Juni 2023. Tanggal tersebut berdasarkan ketetapan Kementerian Agama RI, melalui sidang isbat pada Minggu (18/6/2023).
Hukum sholat Idul Adha adalah sunah muakad. Yang berarti sunah yang sangat dianjurkan meskipun bukan hal yang wajib.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Syarat dan rukun sholat Idul Adha hampir sama dengan sholat pada umumnya. Namun ada beberapa hal yang mengkhususkan sebagaimana ketentuan sholat Idul Adha.
Secara teknis, sholat Idul Adha dilaksanakan dua rakaat secara berjemaah, dan ada khotbah setelahnya. Apa yang membedakan sholat Idul Adha dengan Idul Fitri?
Perbedaannya ialah sholat Idul Adha dilaksanakan di awal waktu. Dasarnya yakni memberi kesempatan yang luas kepada masyarakat untuk penyembelihan hewan kurban, yang dilaksanakan selepas sholat Idul Adha.
Mengutip situs resmi Nahdlatul Ulama (NU), sholat Idul Adha yang dilaksanakan setahun sekali tidak didahului dengan azan dan iqamah layaknya sholat wajib.
Lantas bagaimana tata cara sholat Idul Adha? Berikut ini uraiannya.
Tata Cara Sholat Idul Adha:
1. Membaca Niat
Sholat Idul Adha didahului dengan melafalkan niat yang berbunyi sebagai berikut:
Bacaan Arab:
أُصَلِّيْ سُنَّةً لعِيْدِ اْلأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لِلّٰهِ تَعَـــالَى
Bacaan Latin:
Ushalli sunnatan li 'idil adha (imaman / makmuman) Lillahi ta'ala.
Artinya:
Aku berniat sholat sunah Idul Adha dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta'ala.
2. Takbiratul Ihram
Takbiratul ihram dilaksanakan sebagaimana sholat pada umumnya. Setelah membaca doa iftitah, lalu takbir lagi hingga tujuh kali untuk rakaat pertama. Di antara takbir-takbir itu dianjurkan membaca:
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
Artinya: Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Maha Suci Allah, baik waktu pagi dan petang.
Atau boleh juga membaca:
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
Artinya: Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah Maha Besar.
3. Membaca Al Fatihah
Selanjutnya membaca Surat al-Fatihah dan dilanjutkan dengan membaca Surat al-A'la. Berlanjut ke ruku, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri lagi seperti sholat biasa.
4. Takbir Lima Kali
Dalam posisi berdiri kembali pada rakaat kedua, takbir lagi sebanyak lima kali seraya mengangkat tangan dan melafalkan 'allahu akbar' seperti sebelumnya. Di antara takbir-takbir itu, lafalkan kembali bacaan sebagaimana dijelaskan pada poin kedua di atas.
Usai membaca Surat Al-Fatihah, pada rakaat kedua dianjurkan membaca Surat al-Ghasyiyah. Berlanjut ke ruku, sujud, dan seterusnya hingga salam.
5. Mendengarkan Khotbah
Setelah salam, jemaah tak disarankan buru-buru pulang namun mendengarkan khotbah Idul Adha terlebih dahulu hingga selesai. Kecuali bila sholat ditunaikan tidak secara berjemaah.
Selain sholat Idul Adha, ada pula anjuran untuk memperbanyak takbir di momen Idul Adha.
Umat Islam dianjurkan memperbanyak takbir selepas sholat fardu yang dilaksanakan sejak bakda subuh pada hari Arafah (9 Dzulhijjah) hingga selesainya hari tasyriq, yakni 11, 12, 13 Dzulhijjah.
(sun/fat)