Fraksi Gerindra Minta Pemprov Jatim Bikin Kebijakan Khusus Sektor Pangan

Fraksi Gerindra Minta Pemprov Jatim Bikin Kebijakan Khusus Sektor Pangan

Faiq Azmi - detikJatim
Sabtu, 03 Des 2022 12:01 WIB
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jatim Gus Fawait
Ketua Fraksi Gerindra Jatim M Fawait. (Foto: Faiq Azmi/detikJatim)
Surabaya -

Fraksi Gerindra DPRD Jatim meminta Pemprov Jatim agar membuat kebijakan khusus di sektor pangan. Sebab, Jatim harus bisa mempertahankan posisinya sebagai provinsi swasembada di tengah ketidakpastian global.

"Melihat angka inflasi terbaru di Jatim yakni 6,62 (year on year) penyumbang terbesar adalah sektor pangan. Dari angka inflasi ini, terkait sumbangsih sektor pangan, sudah seharusnya Pemprov Jatim memberi ruang kebijakan terhadap sektor pangan, contoh pertanian dan peternakan," kata Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jatim M Fawait melalui keterangan tertulis yang diterima detikJatim, Sabtu (3/12/2022).

Politikus yang akrab disapa Gus Fawait ini mengatakan, salah satu masalah krusial di Jawa Timur saat ini adalah kemiskinan. Kemisikinan, kara Fawait, berkaitan dengan pangan.

Bendahara DPD Gerindra Jatim ini meminta pemprov, khususnya pada tahun terakhir Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak menjabat, bisa memberikan hadiah kepada para petani dan peternak. Hadiah itu berupa kebijakan khusus serta support yang optimal kepada petani dan peternak.

"Ketika pemprov memberi ruang prioritas di sektor pangan, maka bisa jadi usaha kita mengentaskan kemiskinan. Salah satu masalah krusial di Jatim itu adalah masalah kemiskinan yang mayoritas berada di pedesaan dan banyak bekerja sebagai petani," jelasnya

"Beri ruang besar di sektor pangan, pertanian, peternakan, kalau bisa kita beri support, otomatis juga bisa menyejahterakan para petani dan buruh. Ini konsentrasi Fraksi Gerindra Jatim untuk memberi prioritas kebijakan terhadap sektor pangan. Ke depan, Jatim harus terus menjadi provinsi swasembada yang lebih besar lagi di level nasional," sambungnya.

Gus Fawait mencontohkan sejumlah kebijakan yang bisa dibuat pemprov untuk menjaga ketahanan pangan, di antaranya bantuan subsidi pupuk dan suntikan modal ke petani-peternak. Hal ini akan merangsang pertumbuhan produksi pangan, mulai beras hingga kebutuhan lainnya.

"Yang menarik sumbangsih sektor pangan dalam inflasi tahun ini. Sebelumnya prediksi pengamat 10 sampai 20 tahun ke depan selain peperangan senjata, juga peperangan pangan. Negara yang kuat yang bisa menghasilkan pangan, pengamat sudah memprediksikan itu," katanya.

"Jangan sampai negara kita yang agraris dan Jatim dengan wilayah pertanian yang besar masih mengandalkan impor pangan," tandas Presiden Laskar Sholawat Nusantara (LSN) ini.



Simak Video "Belanja Pemerintah di 2023: Ketahanan Pangan, IKN, hingga Pemilu"
[Gambas:Video 20detik]
(fat/dte)