Masukan Gerindra Agar Pemprov Jatim Bisa Menekan Kemiskinan di Desa

Masukan Gerindra Agar Pemprov Jatim Bisa Menekan Kemiskinan di Desa

Faiq Azmi - detikJatim
Minggu, 27 Nov 2022 05:31 WIB
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jatim Gus Fawait
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jatim Gus Fawait. (Foto: Faiq Azmi/detikJatim)
Surabaya -

Fraksi Gerindra DPRD Jatim memberikan sejumlah masukan ke Pemprov Jatim terkait penurunan angka kemiskinan di pedesaan. Menurut Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jatim M Fawait kemiskinan di Jatim masih banyak ditemukan di wilayah Tapal Kuda.

"Kami melihat permasalahan di Jatim masalah kemiskinan yang terutama ada di pedesaan. Itu kami lihat tidak sedikit jumlah kemiskinan yang ada di daerah Tapal Kuda semisal Situbondo, Bondowoso, Lumajang, Banyuwangi, Probolinggo," kata Fawait kepada detikJatim, Sabtu (26/11/2022).

Politikus yang akrab disapa Gus Fawait ini meminta Pemprov Jatim fokus memberikan pelatihan kepada emak-emak di pedesaan. Bahkan, ia memiliki cara yang efisien bagi Pemprov Jatim agar program pelatihan untuk emak-emak bisa tepat sasaran.

"Kemiskinan adalah tugas kita bersama, dan kita harus berpikir out of the box karena masalah ini lumayan lama tidak terselesaikan dan rumit. Saat saya keliling memimpin apel salawat di beberapa daerah Tapal Kuda, mayoritas yang hadir adalah perempuan," katanya.

"Saya lihat ada potensi yang bisa dimanfaatkan Pemprov Jatim. Bahwa di daerah Tapal Kuda, banyak sekali pengajian di setiap malam, ada majelisnya biasanya di setiap pengajian. Di situ banyak emak-emak yang rata-rata bukan tulang punggung (keluarg)," katanya.

Dari situ, kata Gus Fawait, Pemprov Jatim bisa berkoordinasi dengan setiap majelis pengajian untuk memberikan pelatihan di sela pengajian. Pelatihan itu bisa berupa memanfaatkan kearifan lokal sebuah daerah.

"Di desa, terkadang masih ada kultur bahwa emak-emak tidak mau bekerja karena meninggalkan rumah. Dari situ, Pemprov bisa memberi pelatihan di sela atau usai pengajian, jemaah yang mayoritas perempuan bisa untuk mengikuti pelatihan tersebut," ujarnya.

Bagi Gus Fawait, cara itu terbilang efektif, sebab Pemprov Jatim tidak perlu ribet memanggil orang untuk datang sehingga secara cost atau biaya menjadi lebih efisien.

"Karena saya lihat rata-rata penghasilan di desa itu ditopang oleh kepala keluarga biasanya ya laki-laki. Dalam hal ini, emak-emak bisa kita beri kreatifitas dalam mengolah hasil alam di daerah. Katakan daerah itu penghasil buah jeruk besar, bisa kita olah menjadi apa saja? Dengan pelatihan itu memberi kreatifitas kepada warga," bebernya.

"Secara koordinasi cukup mudah, karena bisa melalui majelis-majelis taklim. Setelah mereka dapat pelatihan, diberikan fasilitas untuk produksi. Nanti akan semacam UMKM," jelasnya.

Presiden Laskar Sholawat Nusantara (LSN) ini memastikan, Fraksi Gerindra Jatim mengawal penuh, apabila Pemprov Jatim membuat program tersebut.

"Kami akan kawal mulai dari pelatihan, produksi, hingga kita cari pasarnya di mana. Jadi warga tidak perlu takut hasil produksinya mau dipasarkan ke mana, karena kami akan kawal sampai ekonominya berputar," katanya.



Simak Video "Penampakan Komet Hijau yang Langka Lewat Teleskop"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/iwd)