Perempuan di Malang 2 Kali Coba Bunuh Diri, Tenggak Obat Pel dan Gantung Diri

M Bagus Ibrahim - detikJatim
Kamis, 24 Nov 2022 21:57 WIB
Ketua RT menunjukan lokasi korban bunuh diri perempuan di Malang
Ketua RT menunjukan lokasi korban bunuh diri perempuan di Malang (Dok. Polsek Lowokwaru)
Kota Malang -

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Perempuan di Kelurahan Tulusrejo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang nekat mengakhiri hidup di rumah kontrakannya. Sempat diselamatkan, namun korban akhirnya meninggal di rumah sakit.

Korban berinisial KUN (24) asal Brebes, Jawa Tengah. Peristiwa bunuh diri terjadi Pada Rabu (23/11) sekitar pukul 15.00 WIB. Korban pertama kali diketahui oleh teman kontraknya.

Ketua RT setempat Hadi Wiyono (57) mengatakan korban dan temannya diketahui baru tinggal di rumah kontrakannya tersebut 10 hari terakhir.

"Dia tinggal barusan, sama temennya wanita yang sudah menikah. Jadi dikontrakan bertiga sama suami temennya," kata Hadi, Kamis (24/11/2022).

Hadi menuturkan korban diketahui sempat melakukan upaya bunuh diri dua kali. Pada percobaan pertama berhasil digagalkan oleh temannya. Korban mencoba bunuh diri dengan minum obat pembersih pel pada pukul 10.00 WIB.

"Untung itu temennya tahu dan langsung diselamatkan mbaknya. Dikasih susu (bear brand) gitu-gitu dan akhirnya nyawa korban berhasil tertolong," kata Hadi.

Khawatir melakukan percobaan bunuh diri, teman kontraknya kemudian mengawasi sambil menanyakan alasan dengan aksi nekatnya tersebut. Setelah bercerita panjang lebar, korban lantas ingin pergi ke kamar mandi.

"Saat itu habis ashar sekitar jam 15.00 WIB, temannya mengira bahwa korban tidak lagi berniat untuk bunuh diri. Jadi diperbolehkan untuk ke kamar mandi sendiri," tutur Hadi.

Beberapa menit berlalu, korban tak kunjung kembali dari kamar yang berada di lantai dua kontrakan tersebut. Temannya yang penasaran kemudian mengeceknya ke kamar mandi.

Sontak temannya kaget melihat korban sudah dalam keadaan tergantung di tangga. Korban yang terlihat masih bernyawa kembali diselamatkan oleh temannya dan dilarikan ke RSSA Malang.

"Jadi gantung diri pakai jilbab di tangga. Kemudian temannya lihat dan coba diselamatkan. Tapi korban akhirnya meninggal magrib sekitar pukul 18.00 WIB di rumah sakit," tutur Hadi.

Sampai saat ini pihaknya mengaku belum mengetahui secara pasti apa penyebab korban berkeinginan mengakhiri hidupnya. Tapi sejauh yang diketahui Hadi, korban terlihat murung selama ini.

"Seperti ada masalah gitu. Tapi gak tahu penyebabnya kenapa kok memutuskan untuk bunuh diri. Saya juga belum bertemu temannya karena mereka sepertinya masih di Rumah Sakit," ucap dia.

Sementara Kapolsek Lowokwaru, Kompol Anton Widodo membenarkan kejadian tersebut. Tim inafis pun telah melakukan olah TKP. "Motifnya belum diketahui karena ponsel korban rusak. Diduga di banting sendiri sebelum melakukan upaya bunuh diri," kata Anton.



Simak Video "Seorang Pemuda Ditemukan Tewas Tergantung di Pasar"
[Gambas:Video 20detik]
(abq/iwd)