Monyet Serang Lahan Pertanian Banyuwangi gegara Stok Makanan di Hutan Kurang

Ardian Fanani - detikJatim
Kamis, 24 Nov 2022 19:07 WIB
monyet serang lahan pertanian di banyuwangi
Lahan pertanian di Banyuwangi diserang kawanan monyet (Foto: Istimewa)
Banyuwangi -

Serangan kawanan monyet ekor panjang di lahan pertanian warga Desa Tamansuruh dan Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi menjadi polemik berkepanjangan. BBKSDA menilai serangan ini wajar karena stok makanan di hutan diduga sangat minim.

Sudah sejak 3 tahunan ini petani di dua desa terancam gagal panen karena tanamannya rusak diacak-acak primata dengan nama Macaca fascicularis.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah V, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Banyuwang, Purwantono menyebut ini adalah fenomena yang umum terjadi. Salah satu faktor penyebabnya adalah biasanya karena minimnya pasokan makanan di habitat asli.

"Salah satunya adalah kekurangan makanan. Makanya dia cari makan di luar hutan," kata Purwantono kepada wartawan, Kamis (24/11/2022).

Purwantono menambahkan, 2 desa itu bukanlah habitat asli monyet ekor panjang. Mereka biasanya menetap di kawasan hutan.

"Ya harus dilihat dulu kondisi lokasi biasanya habitat monyet di hutan," tambahnya.

Sementara turunnya monyet ekor panjang dari hutan ke lahan pertanian warga karena rusaknya hutan, kata Purwantono, hal itu tidak bisa menjadi satu penyebab.

"Kita harus cek dulu. Kalau kerusakan hutan tidak mesti begitu, kita harus cek lapangan. Mereka suka di pohon yang menghasilkan buah juga," tambahnya.

Menanggapi insiden yang terjadi di Kemiren dan Tamansuruh, BKSDA mengaku sudah mengetahui hal tersebut. Namun, BKSDA sendiri juga masih kesulitan dan belum memiliki solusi kongkrit untuk permasalahan tersebut.

"Ya mungkin perlu duduk bersama dengan instansi yang lain untuk mencari solusi alternatifnya," kata Purwantono.

BKSDA juga pernah meninjau langsung ke lokasi. Kala itu, solusi yang ditawarkan adalah menghalau secara manual dengan cara dijaga lahannya atau ditangkap menggunakan jaring.

Namun ternyata cara itu juga belum maksimal. Kawanan kera ini menyerang saat kondisi lengang, pagi dan sore hari.

"Dengan cara dibunuh juga bukan solusi. Cara lain adalah dipindahkan habitatnya. namun itu perlu tenaga dan biaya lebih, peralatan harus memadai. Apalagi jumlahnya banyak mencapai ratusan," bebernya.

Diberitakan sebelumnya, ratusan monyet ekor panjang menyerang lahan pertanian dua desa di Kecamatan Glagah, Desa Kemiren dan Desa Tamansuruh. Kawanan monyet itu menyerang tanaman padi dan buah-buahan milik petani.

Padahal dua desa itu terletak jauh dari hutan lereng pegunungan Ijen. Jaraknya sekitar 17 kilometer dan dibatasi dengan perkebunan Kalibendo.



Simak Video "Tampang Asep Penyiksa Bayi Monyet di Tasikmalaya"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/iwd)