Khofifah Tandatangani Kerjasama Tiga Sektor dengan Mesir

Khofifah Tandatangani Kerjasama Tiga Sektor dengan Mesir

Faiq Azmi - detikJatim
Kamis, 24 Nov 2022 17:12 WIB
Khofifah Tandatangani Kerjasama Antara Jatim Dengan Mesir
Foto: Istimewa (Dok Pemprov Jatim)
Surabaya -

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Gubernur Alexandria Mohamed Taher El-Sherif resmi menandatangani Letter of Intent (LOI) atau surat pernyataan kehendak kerjasama. Kerjasama di tiga bidang prioritas itu meliputi perdagangan dan investasi, pariwisata serta pendidikan, di Alexandria, Mesir.

Kerjasama tersebut tindak lanjut dari pertemuan Gubernur Khofifah dengan Duta Besar Mesir untuk Indonesia Ashraf Mohamed Moguib Sultan di Gedung Negara Grahadi Surabaya pada 19 November 2021 lalu.

Khofifah menyampaikan, penandatanganan kerjasama ini titik awal sejarah baru kerjasama antara Indonesia dan Mesir, khususnya Jatim dengan Alexandria. Sebab ke depan penguatan kerjasama di tiga sektor prioritas tersebut akan semakin dikuatkan dan dimaksimalkan.

"Alhamdulillah kita mencatatkan sejarah baru. Bersama Gubernur Alexandria kami telah menandatangani LoI kerjasama di tiga sektor prioritas yaitu perdagangan dan investasi, pariwisata serta pendidikan," ungkap Khofifah dalam keterangannya, Kamis (24/11/2022).

Khofifah menuturkan, melalui penandatangan LoI, maka akan semakin banyak kerjasama yang bisa dibangun antara Jatim dan Alexandria di masa depan.

Di sektor perdagangan, Khofifah menyebut dua wilayah memiliki potensi besar untuk bisa melakukan link and match. Diketahui Mesir tidak menanam kopi, tapi tradisi minum kopi masyarakat Mesir cukup tinggi. Sedangkan Jawa Timur memiliki komoditas unggulan perkebunan antara lain kopi.

Oktober lalu melalui program communal branding, Jatim sudah mengawali melakukan ekspor kopi sebanyak 200 ton. Sementara private to private sudah berjalan cukup lama dan cukup signifikan. Yang diharapkan setelah penandatanganan LoI serta temu bisnis tersebut, akan semakin meningkat volume maupun sektor lain yang kita kerjasamakan.

Begitu juga untuk bidang furniture. Mesir sangat membutuhkan komoditas ini untuk suplai kebutuhan berbagai pembangunan yang sekarang gencar dilaksanakan. Sedangkan Jatim memiliki pabrik furniture terbesar di Indonesia. Sehingga potensi ekspor furniture Jatim ke Mesir menjadi hal yang sangat potensial. Begitu pula ikan, udang, rempah, cerutu, dan lainnya yang sekarang juga sudah berlangsung.

"Saya yakin masih banyak potensi pengembangan perdagangan dari masing-masing wilayah. Apalagi Alexandria merupakan provinsi besar dengan pelabuhan terbesar di Mesir serta terkoneksi dengan negara-negara Afrika, Timur Tengah, Amerika, dan Eropa ," jelasnya.

Di sektor pariwisata, Gubernur Khofifah menyebut bahwa potensi pariwisata religi menjadi salah satu kemiripan yang dimiliki kedua wilayah. Tercatat 160.000 jemaah umroh Jatim pertahun berpotensi untuk menambah paket umrah dengan kunjungan wisata religi ke Mesir. Saat ini cukup banyak yang menambah wisata religi ke Turki dan sebagainya bisa akses ziarah ke wilayah peradaban kuno Mesir yang berada di Alexandria maupun ziarah ke ulama- ulama yang menjadi panutan sebagian besar umat Islam Indonesia yang pengikut sunny.

"Alexandria adalah salah satu saksi peradaban Mesir Kuno yang terkenal di dunia internasional. Sedangkan fakta bahwa Jatim merupakan salah satu wilayah bersejarah dalam berkembangnya Islam di Indonesia. Bukan tidak mungkin keduanya bisa saling tumbuh menjadi wisata religi berkelas dunia. Jatim memiliki pesona wisata alam yang luar biasa indahnya," jelasnya.

Selain perdagangan dan pariwisata, sektor pendidikan menjadi prioritas kedua wilayah. Alexandria atau juga dikenal Iskandariyah adalah pusat pendidikan dan kebudayaan dunia Mediterania kuno untuk sebagian besar zaman Helenistik dan zaman kuno akhir.



Simak Video "Pemprov Jatim Berangkatkan 3.000 Peserta Mudik Gratis"
[Gambas:Video 20detik]