Kerinduan Seorang Ibu, Rela Jual Ginjal Agar Anak Pulang Bebas dari Utang

Kerinduan Seorang Ibu, Rela Jual Ginjal Agar Anak Pulang Bebas dari Utang

Denza Perdana - detikJatim
Rabu, 23 Nov 2022 08:03 WIB
Ibu jual ginjal di Tuban
Ibu jual ginjal di Tuban. (Foto: Ainur Rofiq/detikJatim)
Tuban -

Seorang ibu di Tuban rela menjual ginjalnya demi melunasi utang anaknya yang mencapai Rp 200 juta. Harapannya sederhana, ketika utang anaknya lunas, anaknya bisa pulang ke rumah.

Enik Ekawati (59) mengaku kangen dan ingin berkumpul bersama H, anak keduanya yang kabur dari kejaran penagih utang. Warga Kelurahan Latsari, Tuban itu mengaku sempat terbersit mencari anaknya meski tak tahu harus ke mana.

Namun, kesulitan ekonomi benar-benar membuatnya tak berdaya. Untuk bertahan hidup bersama adik H sekaligus anak bungsunya saja, perempuan kepala keluarga itu mengaku pas-pasan. Apalagi bila harus keluar biaya untuk mencari H.

"Pingin mencarinya, tapi dibuat makan di rumah dengan adiknya perempuan yang masih sekolah ini saja nggak ada. Orang-orang sekitar sini sebenarnya sudah kami utangi juga," keluh Enik kepada detikJatim, Selasa (22/11/2022).

Anaknya, H pergi sudah berhari-hari. Buah hatinya itu dilanda musibah tertipu investasi bodong padahal telanjur utang di mana-mana hingga ratusan juta rupiah. Enik sedih, karena di hari ketika H pergi, tak ada pamit maupun pesan kepadanya.

Saking rindunya dengan sang anak, Enik berpikir bahwa jalan satu-satunya agar H bisa kembali pulang ke rumah dengan melunasi semua utangnya. Karena itulah ia memutuskan untuk mulai menawarkan ginjalnya.

"Nggih, kepingin anak kulo pulang. Pingin kumpul bersama. Kalau perginya sudah lama berhari-hari. Terakhir pulang itu sempat minta uang untuk bayar utang, tapi kulo mboten gadah (saya tidak punya)," ujar Enik.

Sejatinya, Enik hanya ingin anaknya pulang. Masalah utang, dia mengira hal itu bisa dibicarakan bersama. Meski nominal utang anaknya itu cukup besar dengan bunga tunggakan yang mungkin sudah berlipat-lipat.

Total pinjaman anaknya mencapai Rp 200 juta. Baik dari aplikasi pinjaman online (pinjol), utang KUR di sebuah bank di Tuban senilai Rp 50 juta dengan jaminan BPKB, serta utang di koperasi.

Enik telah membulatkan tekad untuk menjual ginjalnya demi melunasi semua utang-utang itu. Baik utang anaknya maupun utangnya sendiri. Sehingga kehidupannya bisa kembali normal dan bisa berkumpul kembali bersama H, anaknya.

Setiap hari ia duduk di pinggir Jalan Basuki Rahmat sembari membentangkan spanduk 'Jual Ginjal' disertai nomor telepon yang bisa dihubungi. Perempuan yang tadinya berjualan gorengan itu pun belakangan tak lagi berdagang. Ia mengaku takut berjualan karena saking banyaknya orang yang mencari anaknya.

"Kulo mboten sadean malih. Wedi, kathah sing madosi anak kulo. Kulo bingung pak, kulo piyambak nggih gadah utang (saya sudah tidak jualan lagi. Takut, banyak yang mencari anak saya. Saya bingung pak, saya sendiri juga punya utang)," ujarnya seraya menangis.

Untuk bertahan hidup, kini ia menggantungkan bantuan dari anak pertamanya yang sudah berkeluarga dan tinggal di kota lain. Menurutnya, anak sulungnya itu juga sudah berusaha sekuat tenaga untuk membantu.



Simak Video "2 Perusahaan Farmasi Diperiksa Bareskrim Terkait Kasus Gagal Ginjal Akut"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/iwd)