Pakar Sanitasi Air ITS Desak PDAM Surabaya Naikkan Tarif Air Bersih

Pakar Sanitasi Air ITS Desak PDAM Surabaya Naikkan Tarif Air Bersih

Esti Widiyana - detikJatim
Selasa, 22 Nov 2022 20:13 WIB
Pakar sanitasi air dan Guru Besar Teknik Lingkungan ITS, Prof Joni Hermana
Pakar sanitasi air dan Guru Besar Teknik Lingkungan ITS Prof Joni Hermana. (Foto: Esti Widiyana/detikJatim)
Surabaya -

Guru Besar Teknik Lingkungan ITS sekaligus pakar sanitasi air Prof Joni Hermana meminta PDAM Surya Sembada Surabaya untuk menaikkan tarif air bersih. Hal ini berdasarkan kajian, di mana sudah selama 17 tahun tidak ada penyesuaian atau kenaikan tarif.

Padahal, diperlukan pemeliharaan jaringan pipa dan instalasi untuk mengimplementasikan operasional pelayanan penyediaan air bagi seluruh warga di Surabaya. Yakni, memiliki 6.200 km panjang pipa dengan 608.000 jumlah pelanggan.

"Di sisi lain inflasi kenaikan harga menyebabkan beban yang ditanggung PDAM menjadi lebih besar. Tapi sebelumnya, bahwa apa yang mereka lakukan itu secara tidak disadari bisa tampak lebih besar, karena tidak ada proses pembicaraan yang layak dan wajar untuk memastikan bisa beroperasi secara berkelanjutan. Harus berani, makanya saya dorong untuk menaikkan, karena untuk jangka panjang," papar Prof Joni kepada wartawan di ITS, Selasa (22/11/2022).

Ia juga mendesak Pemkot Surabaya untuk mendukung kenaikan tarif air bersih. Menurutnya, ada tiga hal penting yang menjadi acuan kajian akademis terhadap kenaikan tarif berkeadilan.

Hal ini juga diperkuat dengan Permendagri Nomor 21 Tahun 2020 Tentang Perhitungan dan Penetapan Tarif Air Minum. Serta, SK Gubernur Jatim Nomor 188/775/KPTS/013/2021 tentang Pedoman Batas Atas dan Tarif Batas Bawah Air Minum Bagi BUMD kabupaten/kota se-Jatim pada tahun 2022.

Pertama, dalam kajiannya, Prof Joni mempertanyakan apakah tarif pelanggan yang diberlakukan saat ini sudah cukup adil untuk diterima oleh masyarakat. Artinya, pelanggan penerima air atau penerima subsidi apakah telah menggunakan air secara adil tidak.

"Secara prinsip, karena murah dan mereka dalam keluarga miskin dalam perhitungan wajar, maka penggunaan mereka sedikit. Kemudian, keberadaan sumber daya air di Jawa timur saat ini sudah mencapai kondisi yang mendekati water tansion, sehingga harus dikelola secara bijak. Artinya, tugas PDAM harus mengontrol atau mengendalikan air, supaya masyarakat tidak menggunakan semena-mena dan menjaga sumber daya air," beber mantan rektor ITS ini.

Terakhir, dari aspek pemeliharaan. Surabaya punya 6.200 km jaringan pipa dan kurang lebih 4 instalasi. Hal itu membutuhkan pemeliharaan secara wajar, agar bisa bertahan dalam jangka panjang.

Oleh sebab itu, dengan adanya penyesuaian kenaikan tarif air bersih, bisa membuat masyarakat menjadi lebih bijak dalam penggunaan air. Ia berpesan kepada PDAM, bahwa kualitas air harus menjadi lebih baik karena pemeliharaan betul-betul dilakukan secara wajar.

"Sudah waktunya dilakukan proses kenaikan. Lalu mengacu lah kepada SK Gubernur, karena SK Gubernur harus menjadi referensi, mana tarif bawah dan tarif atas. Dan catatan saya karena PDAM (Surabaya) melayani harga paling murah se-Indonesia, bahkan tolong dipertahankan. Karena yang lain sudah disesuaikan," urainya.

Sementara Direktur Utama PDAM Surya Sembada Arief Wisnu mengatakan, pihaknya akan menaikkan tarif air bersih selaras dengan SK Gubernur Jatim Nomor 188/775/KPTS/013/2021 tentang Pedoman Batas Atas dan Tarif Batas Bawah Air Minum Bagi BUMD kabupaten/kota se-Jawa Timur pada tahun 2022.

"Terkait dengan angka sudah ada, yakni Rp 2.659 per meter kubik (batas bawah) dan angka itu yang menjadi referensi kami. Bagaimana pun juga keputusan akhir terkait dengan siapa yang subsidi, berapa besaran subsidi, itu menjadi sepenuhnya dari wali kota kapan dia akan menetapkan juga hak beliau," kata Arief.

Saat ini, ada pipa teknis usia di atas 30 tahun dengan panjang 2.018 km, rata-rata biaya Rp 1 M per km. Maka, paling tidak PDAM butuh Rp 2 Triliun untuk mengganti 2.018 pipa.

"Air yang kami produksi di pengolahan itu melalui pipa yang sudah tua dan harus diganti. Sehingga, kualitas yang diterima pelanggan berdampak. Ini kami prioritaskan untuk diganti bertahap. Tahun ini kami sudah menetapkan 150 km, kami berusaha konsisten 150 km setiap tahun," jelasnya.

Dalam evaluasi bersama Wali Kota Eri Cahyadi, PDAM diminta menghitung ulang prinsip tarif. Pihaknya juga sedang menghitung ulang.

"Nanti akan kami sampaikan lagi kepada wali kota. Mudah-mudahan berkenan memutuskan dalam minggu ini," pungkasnya.

Kini, tarif lama air bersih batas bawah Rp 600 dan batas atas Rp 10 ribu. Tarif baru batas bawah nanti Rp 2.659 sampai batas atas Rp 17.202.



Simak Video "Mainstage Kaleb J: Kebutuhan Hati - To The Moon And Back - It's Only Me"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/dte)