Cara Hindari Bumbung Kosong Pilkades Ponorogo: Anak-Istri Maju Jadi Cakades

Cara Hindari Bumbung Kosong Pilkades Ponorogo: Anak-Istri Maju Jadi Cakades

Charolin Pebrianti - detikJatim
Selasa, 22 Nov 2022 14:11 WIB
Cara menghindari bumbung kosong di pilkades serentak Ponorogo
Cara menghindari bumbung kosong di pilkades serentak Ponorogo. (Foto: Charolin Pebrianti/detikJatim)
Ponorogo -

Sebanyak 23 desa menggelar Pilkades serentak di Ponorogo. Agar tidak melawan bumbung kosong, calon kepala desa (cakades) menempuh cara yang unik.

Ada calon yang ditemani anaknya. Sehingga bapak dan anak sama-sama maju seolah bersaing sebagai sesama cakades. Ada juga istri yang maju melawan suaminya.

Di Desa Sekaran, Kecamatan Siman misalnya. Bapak dan anak sama-sama maju memperebutkan posisi kepala desa. Yakni Minim Subarno (bapak) dengan Priyo Waskito (anak).

Pada pilkades periode sebelumnya Minim Subarno juga melawan sang anak. Hasilnya, yang berhasil menjadi Kepala Desa Sekaran adalah Minim Subarno, sang anak mengalah.

Sekdes Sekaran Azizah Setia Rahayu menyatakan bahwa hal ini dilakukan untuk menaati aturan pelaksanaan pilkades. Harus ada minimal 2 cakades dalam pelaksanaan pemilihan.

"Daripada melawan bumbung kosong, akhirnya anak dan bapak yang ikut," tutur Azizah kepada wartawan, Selasa (22/11/2022).

Kasus yang sama terjadi di Desa Ronosentanan, Kecamatan Siman. Seorang suami harus melawan istrinya sendiri. Yakni Agung Riyanto dengan Yuni Anita Triana.

"Keduanya calon baru, tidak ada incumbent (petahana)," ujar panitia Pilkades Ronosentanan Karyono.

Menurutnya, pasutri cakades maju di Desa Ronosentanan sudah 2 kali terjadi. Karena saat pendaftaran hingga penetapan calon hanya ada 1 calon yang mendaftar.

Daripada melawan bumbung kosong, pada akhirnya istrinya yang dimasukkan sebagai cakades lawan.

"Hingga penetapan tidak ada yang nyalon, akhirnya suami istri ini yang maju," ujar Karyono.

Berdasarkan data yang dihimpun Dinas PMD, ada sebanyak 23 desa yang melaksanakan Pilkades 2022 serentak di Ponorogo.

Mulai dari Desa Tugurejo dan Desa Wates di Kecamatan Slahung. Kemudian Desa Baosan Kidul, Desa Cepoko, dan Desa Gedangan di Kecamatan Ngrayun.

Lainnya ada Desa Kalisat, Desa Bungkal, dan Desa Bedi Wetan di Kecamatan Bungkal. Desa Karanggebang di Kecamatan Jetis. Juga Desa Ngabar, Desa Sekaran, Desa Manuk, dan Desa Ronosentanan di Kecamatan Siman.

Selanjutnya ada Desa Ngumpul di Kecamatan Balong, Desa Tegalombo di Kecamatan Kauman, Desa Gelang Kulon di Kecamatan Sampung, hingga Desa Morosari di Kecamatan Sukorejo.

Tidak hanya itu ada juga Desa Cekok di Kecamatan Babadan, Desa Paringan di Kecamatan Jenangan, Desa Ngebel di Kecamatan Ngebel, juga Desa Krebet, Desa Menang, dan Desa Sidoharjo di Kecamatan Jambon.



Simak Video "Penampakan Komet Hijau yang Langka Lewat Teleskop"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/iwd)