Relawan GASS Heran Anies Baswedan Sering Dicap Intoleran

Relawan GASS Heran Anies Baswedan Sering Dicap Intoleran

Faiq Azmi - detikJatim
Minggu, 20 Nov 2022 08:08 WIB
Spanduk tolak Anies Baswedan Sampai Kiamat di Bondowoso
Spanduk tolak Anies Baswedan yang sempat bertebaran di Bondowoso. (Foto: Chuk Shatu Widarsha/detikJatim)
Surabaya -

Relawan Anies Baswedan Jatim buka suara terkait spanduk 'Tolak Anies Sampai Kiamat' yang sempat bertebaran di Bondowoso. Mereka juga menyorot soal Anies yang kerap dicap intoleran.

Ketua Gerakan Arek Suroboyo Spontan (GASS) Herry Cahya Putra mengatakan, sebagai relawan, mereka heran kenapa ada orang yang mencap Anies intoleran.

"Tapi memang aneh, gimana menyebut Pak Anies intoleran? Pak Anies itu bikin Jakarta guyub, rukun," kata Herry kepada detikJatim, Minggu (20/11/2022).

Menurutnya, Anies bahkan merangkul semua agama.

"Semua agama dia rangkul, sebagai bagian Bhineka Tunggal Ika," tambah Herry.

Terkait dengan spanduk tersebut, Herry menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada polisi. Dia percaya polisi tidak akan tinggal diam untuk mengusut dalang di balik pemasangan spanduk itu

"(Proses hukum) spanduk itu kami serahkan penuh ke aparat kepolisian langkahnya bagaimana," ucap Herry.

Herry berharap semua pihak berpolitik secara damai dan tidak menyebar fitnah, apalagi menjelang tahun politik. "Negara ini sudah terbelah cukup lama karena cebong kampret. Jangan ada lagi di 2024. Perbedaan itu bagian dari dinamika kehidupan," tambahnya.

Sementara Jubir Relawan Anies P-24 Jawa Timur, Nurkholis mengapresiasi kepolisian dan satpol PP usai mencopot baliho tersebut. Ia berharap seluruh relawan Anies tetap kepala dingin dalam menyikapi spanduk provokatif tersebut.

"Semoga dilakukan upaya aparat, agar mencari siapa pelaku yang mengadu domba. Semua relawan tetap tenang, karena kita juga tahu, baliho itu tidak baik untuk pendidikan demokrasi di Indonesia," jelasnya.

"Kami relawan tetap fokus kerja menyosialisasikan Pak Anies di Jatim dan kami yakin Pak Anies adalah sosok yang diterima semua kalangan," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah spanduk berisi penolakan capres Anies Baswedan terpasang di sejumlah titik di Kabupaten Bondowoso. Spanduk itu diduga sengaja dipasang untuk menjatuhkan citra Anies. Pembuat spanduk tersebut mengatasnamakan dirinya sebagai 'Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu'.

Diketahui, spanduk didominasi warna merah dan putih. Spanduk tersebut bertuliskan 'Bondowoso Menolak Anies Baswedan Sampai Kiamat'. Sampai saat ini belum diketahui siapa dalang di balik Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu tersebut. Selain menolak Anies, spanduk itu juga berisi penolakan terhadap politik identitas, PA 212, serta khilafah.

Simak video 'Anies Soal Pengumuman Cawapres: Bisa Bulan Depan':

[Gambas:Video 20detik]



(fat/dte)