Wakil Ketua PWNU Jatim Buka Suara soal Spanduk 'Tolak Anies Sampai Kiamat'

Wakil Ketua PWNU Jatim Buka Suara soal Spanduk 'Tolak Anies Sampai Kiamat'

Faiq Azmi - detikJatim
Sabtu, 19 Nov 2022 13:40 WIB
Spanduk tolak Anies Baswedan Sampai Kiamat di Bondowoso
Spanduk penolakan terhadap Anies Baswedan di Bondowoso. (Foto: Chuk Shatu Widarsha/detikJatim)
Surabaya -

Wakil Ketua PWNU Jatim KH Abdussalam Shohib buka suara soal spanduk penolakan terhadap Anies Baswedan yang bertebaran di Bondowoso. Ulama yang akrab disapa Gus Salam menyebut, isi spanduk tersebut bisa memecah belah umat.

Gus Salam menilai, spanduk itu tidak pantas beredar. Isinya juga bisa memicu provokasi.

"Saya kira kurang tepat ya, bisa membuat provokasi," kata Gus Salam kepada detikJatim, Sabtu (19/11/2022).

Menurut Gus Salam, setiap warga negara bebas berpendapat dan bebas pergi ke mana saja asalkan tidak melanggar Undang-undang. Warga negara harus menyampaikan pendapat dengan cara yang baik dan santun.

"Setiap warga negara punya hak pergi ke mana saja dengan tujuan apapun asalkan tidak melanggar undang-undang," tegasnya.

Pengasuh Ponpes Mambaul Ma'arif Denanyar Jombang ini meminta oknum atau siapapun yang memasang spanduk tersebut agar taat kepada undang-undang dan aturan. Selain itu, Gus Salam juga meminta warga agar menghargai satu sama lainnya.

Wakil Ketua PWNU Jatim KH Abd Salam ShohibWakil Ketua PWNU Jatim Gus Salam. Foto: Dok. MCNU Jatim

"Jadi kita harus terbiasa untuk menaati Undang-undang yang berlaku dan berprilaku yang objektif, serta proporsional," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah spanduk berisi penolakan capres Anies Baswedan terpasang di sejumlah titik di Kabupaten Bondowoso. Spanduk itu diduga sengaja dipasang untuk menjatuhkan citra Anies. Pembuat spanduk tersebut mengatasnamakan dirinya sebagai 'Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu'.

Diketahui, spanduk didominasi warna merah dan putih. Spanduk tersebut bertuliskan 'Bondowoso Menolak Anies Baswedan Sampai Kiamat'. Sampai saat ini belum diketahui siapa dalang di balik Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu tersebut. Selain menolak Anies, spanduk itu juga berisi penolakan terhadap politik identitas, PA 212, serta khilafah.



Simak Video "Anies Soal Pengumuman Cawapres: Bisa Bulan Depan"
[Gambas:Video 20detik]
(fat/dte)