Dipasang Box Culvert, Jalan Pangsud Surabaya Bakal Macet Sepekan Lebih

Dipasang Box Culvert, Jalan Pangsud Surabaya Bakal Macet Sepekan Lebih

Esti Widiyana - detikJatim
Rabu, 05 Okt 2022 18:08 WIB
Jalan Panglima Sudirman Surabaya yang bakal macet sepekan lebih karena ada pemasangan box culvert
Kemacetan di Jalan Panglima Sudirman. (Foto: Esti Widiyana/detikJatim)
Surabaya -

Kemacetan terjadi sejak Jalan Gubernur Suryo hingga Jalan Panglima Sudirman sebelum Monumen Bambu Runcing. Sepanjang ruas jalan itu bakalan macet selama lebih dari sepekan karena ada pengerjaan pemasangan box culvert dalam rangka mengantisipasi banjir di tengah kota.

Selain menimbulkan kemacetan sejak Jalan Gubernur Suryo sisi kanan, Jalan Pemuda juga terlihat padat. Terpantau pada siang hari kemacetan itu tidak terlalu mengular panjang. Kemacetan panjang justru terjadi ketika jam sibuk saat pagi masyarakat berangkat bekerja dan sore saat bubaran kantor.

Pemkot Surabaya mengerjakan pemasangan box culvert di Jalan Panglima Sudirman sebagai kelanjutan dari pemasangan saluran di Jalan Embong Kenongo. Informasi yang didapat detikJatim, crossing di Jalan Panglima Sudirman itu diperkirakan baru tuntas pada 16 Oktober.

Kabid Drainase BSDABM Surabaya Eko Juli Prasetya mengimbau warga Kota Pahlawan yang tidka ingin terjebak macet agar mencari jalan alternatif lainnya. Khususnya di jam-jam sibuk pagi dan sore.

Eko mengatakan pihaknya saat ini tengah mengerjakan 55 titik drainase untuk meminimalisir banjir dan genangan di Surabaya. Khususnya titik-titik drainase yang menjadi prioritas seperti yang ada di tengah kota.

Pemasangan box culvert di 55 Titik drainase di Surabaya itu dia harapkan mampu bisa mengurangi banjir sekitar 20%-30% dibandingkan tahu-tahun sebelumnya.

Jalan Panglima Sudirman Surabaya yang bakal macet sepekan lebih karena ada pemasangan box culvertJalan Panglima Sudirman Surabaya yang bakal macet sepekan lebih karena ada pemasangan box culvert. (Foto: Esti Widiyana/detikJatim)

"Harapan pak Wali Kota kemarin 90%. Mungkin ini bisa 20-30% dari tahun kemarin, soalnya target sekarang kejadian genangan di pusat kota, kemudian beberapa titik sudah teratasi semua," ujarnya, Rabu (5/10/2022).

Eko tidak memungkiri bahwa banjir juga bisa terjadi di kawasan lainnya. Karena sebaran banjir di Surabaya memang tidak hanya di tengah kota, tetapi juga di bagian Surabaya lainnya.

"Cuman kalau ngomong genangan di Surabaya, kan, mulai barat, utara, timur, selatan. Di utara kan juga seluruhnya besar lingkup luas genangannya. Tapi untuk target mungkin 2022 ini pekerjaan kita adalah di daerah tengah kota," kata Eko.

Pada 55 titik drainase tersebut pihaknya melakukan crossing untuk mengurangi beban dari sistem drainase yang lama. Hal itu menurutnya mampu mempercepat atau menghilangkan genangan.

Untuk biaya pengerjaan drainase di 55 titik tersebut, Pemkot Surabaya akan menghabiskan anggaran sebanyak Rp 400 M termasuk upah untuk para pekerja. Ada sebanyak 1.200 satgas yang dikerahkan untuk proses pengerjaan drainase tersebut.

"Kemudian kebutuhan rutin dari bidang juga. Jadi kalau kita bagi 50% hampir sekitar Rp 250an M. Jadi Rp 400 M itu total, karena drainase bukan hanya bangun-bangun, tapi ada pemeliharaan, pengerukan, semua," pungkasnya.



Simak Video "Kilas Balik Pertempuran 10 November di Tugu Pahlawan Surabaya"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/iwd)