Mahasiswa Salat Gaib di Depan Polda Jatim untuk Tragedi Kanjuruhan

Mahasiswa Salat Gaib di Depan Polda Jatim untuk Tragedi Kanjuruhan

Deny Prasetyo Utomo - detikJatim
Rabu, 05 Okt 2022 14:18 WIB
Demo Tragedi Kanjuruhan di Mapolda Jatim
Mahasiswa UINSA salat gaib untuk korban Tragedi Kanjuruhan di depan Mapolda Jatim (Foto: Deny Prastyo Utomo/detikJatim)
Surabaya -

Puluhan mahasiswa Universitas Islam Sunan Ampel Surabaya (UINSA) menggelar demo Tragedi Kanjuruhan. Di sela aksinya, para mahasiswa juga menggelar salat gaib untuk para korban meninggal dunia.

Massa aksi juga melakukan tabur bunga di depan Mapolda Jatim. Sedangkan petugas dari kepolisian terlihat mengawal ketat aksi ini. Sejumlah mobil pengurai massa dan K9 juga disiagakan.

Dalam tuntutannya, mahasiswa mendesak tragedi yang membawa korban 131 orang meninggal dunia itu diusut tuntas. Tak hanya itu, mereka juga meminta Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta dicopot.

"Aksi ini kami menuntut seluruh pihak kepolisian untuk mengusut secara tuntas. Mengusut secara terbuka terhadap tindakan-tindakan represif oleh pihak kepolisian," kata Korlap Husni Nurin, Rabu (5/10/2022).

Demo Tragedi Kanjuruhan di Mapolda JatimKecaman represitas polisi terhadap suporter yang mengakibatkan Tragedi Kanjuruhan di Mapolda Jatim Foto: Deny Prastyo Utomo/detikJatim

Tak terkecuali dalang penembakan gas air mata ke arah tribun yang dipenuhi penonton. Sebab hingga hari ini siapa pemberi perintah masih belum diketahui.

"Terutama penembakan gas air mata yang dilakukan di Stadion Kanjuruhan, 1 Oktober kemarin," tegas Husni.

Sedangkan tuntutan lainnya, lanjut Husni, pihaknya mendesak Kapolri agar mencopot dan memecat Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta. Ini karena ia menyebut sesaat setelah tragedi penembakan gas air mata sudah sesuai prosedur.

Meski telah minta maaf, namun hal itu belum cukup. Karena sebagai pimpinan tertinggi di Jatim, Nico juga haru mempertanggungjawabkan tragedi tersebut.

"Kami juga menuntut pihak Polri agar memecat, agar mencopot Kapolda Jatim dari jabatannya. Karena Kapolda Jatim tidak bertanggung jawab, hanya meminta maaf saja, Minta maaf tidak cukup membenarkan apa yang dilakukan oleh pihak Polda Jatim," kata Husni.



Simak Video "Tangis Presiden Arema soal Tragedi Kanjuruhan: Saya Siap Tanggung Jawab"
[Gambas:Video 20detik]
(abq/iwd)