Hak Asuh Anak dan Akta Perceraian di Surabaya Kini Bisa Diurus di MPP Siola

Hak Asuh Anak dan Akta Perceraian di Surabaya Kini Bisa Diurus di MPP Siola

esti widiyana - detikJatim
Selasa, 04 Okt 2022 22:09 WIB
walkot eri
Foto: Esti Widiyana
Surabaya -

Pemkot Surabaya menggandeng Pengadilan Agama (PA) Surabaya untuk mempermudah pengurusan hak asuh anak dan akta perceraian. Akta itu nantinya bisa diambil di konter PA Mal Pelayanan Publik Gedung Siola.

Ketua PA Surabaya Samarul Falah mengatakan selama ini Pemkot dan PA sudah membuat berbagai inovasi untuk mengurai dan mengurangi warga datang ke kantor PA di Jalan Ketintang Madya, Kecamatan Jambangan, Surabaya. Terobosan terbaru adalah dengan mempermudah pengurusan dan pengambilan.

"Inovasi-inovasi kami dengan Pak Wali Kota sudah banyak, di antaranya ada ACO-ERI yang merupakan sistem pendaftaran perkara e-court terintegrasi, kemudian ada Lontong Kupang yang berfungsi mempercepat pelayanan warga yang mengajukan isbat nikah, dan juga Sidak Pasukan. Lalu yang terbaru ini, pengurusan hak asuh anak kini lebih mudah," kata Samarul di ruang kerja Wali Kota Eri, Selasa (4/10/2022).

Sebelum inovasi ini, pengurusan hak asuh anak harus ke Dispendukcapil Surabaya, lalu mendaftarkan perkara ke PA, membayar biaya perkara, sidang dan proses lainnya. Selain itu, dalam akte perceraian juga tidak ada penjelasan tentang hak pengasuhan anak, sehingga pada saat itu pengurusan hak asuh anak cukup lama dan memakan biaya.

"Akhirnya kami berani mengambil kebijakan cukup dengan surat keterangan yang menjelaskan bahwa anak tersebut sampai dengan putusan tidak dalam sengketa, artinya bisa dimasukkan ke dalam KK-nya salah satu orang tua yang mengajukan untuk pengasuhan anak. Dengan surat keterangan ini, kami sudah bisa memangkas sistem birokrasi selama ini, sehingga warga tidak perlu mengeluarkan biaya dan prosesnya cepat," jelasnya.

Selain itu, inovasi terbaru lainnya dengan Pemkot ialah pengambilan produk hasil perceraian atau akta perceraian yang dapat diambil di konter PA Mal Pelayanan Publik Gedung Siola. Bahkan, saat pengambilan akta perceraian itu juga bisa diambil pula perubahan pemecahan KK dan perubahan status di KTP.

"Jadi, sekali datang ke mal pelayanan publik di Siola mereka bisa mengambil akta perceraian, perubahan pemecahan KK, dan perubahan status di KTP, sehingga warga tidak perlu mondar-mandir kesana kemari," ujarnya.

Ia memastikan, proses dan persyaratan dalam pemecahan KK dan perubahan status di KTP juga harus diikuti secara lengkap. Oleh karena itu, ketika sidang perceraian akhir, warga akan langsung disodorkan form pendaftaran pemecahan KK dan perubahan status di KTP, sehingga setelah ada putusan perceraian, akta perceraian itu diproses oleh PA, dan pemecahan KK sekaligus perubahan status di KTP juga diproses oleh Dispendukcapil Surabaya.

"Nah, biasanya akte perceraian itu waktunya 14 hari. Setelah 14 hari itu, warga bisa mengambil akta perceraian sekaligus pemecahan KK dan perubahan status di KTP secara bersamaan di mal pelayanan Publik Siola. Tentu ini sangat membantu warga," katanya.

Sementara Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi langsung menyetujui inovasi itu. Bahkan, ia juga meminta jajaran Dispendukcapil untuk menyiapkan berbagai hal yang dibutuhkan untuk menerapkan inovasi tersebut, terutama form pendaftaran yang harus dilengkapi oleh warga seusai sidang perceraian berakhir.

"Kami siap Pak Ketua PA. Pokoknya selama untuk memangkas sistem birokrasi yang panjang menjadi pendek dan lebih mempermudah warga, kita siap mendukung. Jajaran pemkot siap," pungkasnya.



Simak Video "Pengadilan Tolak Tuntutan Aufar Hutapea Soal Hak Asuh Anak"
[Gambas:Video 20detik]
(esw/iwd)