Sederet Kandungan Gas Air Mata yang Bikin Perih hingga Sesak Napas

Sederet Kandungan Gas Air Mata yang Bikin Perih hingga Sesak Napas

Rina Fuji Astuti - detikJatim
Senin, 03 Okt 2022 15:59 WIB
Kegunaan Gas Air Mata Sebenarnya, Kini Jadi Sorotan di Tragedi Kanjuruhan
Gas air mata di Stadion Kanjuruhan/Foto: AP/Yudha Prabowo
Surabaya -

Tragedi Kanjuruhan pada Sabtu (1/10/2022) menyisakan duka yang dalam bagi dunia sepakbola. Kejadian itu berawal saat laga Arema FC vs Persebaya berakhir dengan skor 2-3 di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Kekalahan itu membawa kekecewaan bagi Aremania. Walhasil, banyak suporter masuk ke lapangan dan memicu kericuhan, lalu polisi melepaskan tembakan gas air mata.

Penggunaan Gas Air Mata

Gas air mata kerap digunakan petugas keamanan untuk membubarkan massa. Misalnya saat kericuhan demonstrasi. Penggunaan itu juga ada sejarahnya.

Pertama kali, gas air mata digunakan pada saat Perang Dunia I dalam perang kimia. Namun, karena efeknya berlangsung singkat dan jarang melumpuhkan lawan, gas air mata akhirnya mulai digunakan oleh lembaga penegak hukum sebagai sarana untuk membubarkan massa, dan melumpuhkan perusuh.

Kandungan Gas Air Mata

Gas air mata mengandung sejumlah zat kimia berbahaya. Apa saja kah kandungan gas air mata?

Dikutip dari Healthline, komponen gas air mata yang paling umum digunakan adalah 2-chlorobenzalmalononitrile (gas CS). Komponen gas air mata lainnya yang umum digunakan juga adalah oleoresin capsicum (semprot merica), dibenzoxazepine (gas CR) dan chloroacetophenone (gas CN).

Senyawa lain yang digunakan atau disarankan sebagai gas air mata adalah bromoaseton, benzil bromida, etil bromoasetat, xylyl bromide, dan α-bromobenzyl sianida.

Efek Gas Air Mata

Gas air mata kerap digunakan petugas keamanan untuk membubarkan massa. Sebab, saat pertama kali terkena gas tersebut, efeknya langsung bisa dirasakan oleh tubuh.

Dokter spesialis paru dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof Tjandra Yoga Aditama, SpP(K) menjelaskan, efek gas air mata meliputi dada berat, tenggorokan seperti tercekik, batuk, bising mengi, dan sesak napas. Paparan gas air mata juga bisa berdampak pada saluran napas dan memicu gawat napas yang akut.

"Orang memiliki penyakit asma jika terkena gas air mata maka akan bisa terserang sesak napas akut, bahkan gagal napas," ujar Prof Tjandra dilansir dari detikHealth pada Minggu (2/10/2022).

Tak hanya pada paru-paru, paparan gas air mata juga berefek pada mata, mulut, dan hidung. Prof Tjandra menjelaskan, efek yang timbul bisa berupa pandangan kabur dan kesulitan menelan.



Simak Video "Kata Ahli soal Gas Air Mata Sebabkan Kematian di Tragedi Kanjuruhan"
[Gambas:Video 20detik]
(hse/sun)