Pemuda Ansor Banyuwangi menggelar refleksi, doa bersama dan upacara Kesaktian Pancasila di Monumen Pancasila Jaya, Lubang Buaya, Desa Cemetuk, Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi. Hingga saat ini, mereka mengutuk aksi keji pengikut PKI yang membantai 62 pemuda Ansor pada tahun 1965.
Upacara digelar di halaman Kesaktian Pancasila di Monumen Pancasila Jaya, Lubang Buaya, Desa Cemetuk, Kecamatan Cluring, Sabtu (1/10/2022). Hadir dalam acara tersebut Pengurus dan Anggota PAC GP ANSOR dan Banser Kecamatan Cluring. Tak hanya itu, siswa pramuka dari LP Ma'arif juga turut hadir diacara ini.
"Ini sebagai bentuk kami mencintai Pancasila. Pancasila sakti, banyak darah para jenderal dan pejuang yang dikorbankan dalam kesaktian Pancasila ini," Nawawi, Sekretaris PC Gerakan Pemuda (GP) Ansor Banyuwangi kepada detikJatim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Upacara tersebut kemudian dilanjutkan dengan tabur bunga, di 3 lokasi sumur bekas menjadi tempat penguburan 62 jenazah pemuda Ansor asal Muncar itu. Haru pun muncul saat mereka menaburkan bunga ke beberapa lubang sumur persegi di dalam areal komplek lubang buaya Cemetuk.
"Ini menjadi pengingat kami. Bahwa kekejian PKI itu nyata. Jika pun kita diperbolehkan teriak untuk melawan PKI saat ini akan kita lakukan. Mereka menghalalkan segala cara hingga membunuh pun mereka lakukan," tambahnya.
Tak hanya upacara peringatan Kesaktian Pancasila, kata Nawawi, juga digelar pula refleksi kebangsaan dan doa bersama. Doa bersama ditujukan terhadap seluruh korban kekejaman PKI, mulai dari para jenderal pahlawan revolusi hingga masyarakat yang dibunuh dengan keji oleh PKI dan pengikutnya.
"Bagi kami agenda kegiatan rutin ini menjadi refleksi dalam upaya menjaga stabilitas negara dan mempertahankan ideologi Pancasila," pungkasnya.
Peristiwa berdarah Gerakan 30 September/PKI atau G 30 S/PKI yang merenggut tujuh pahlawan revolusi pada 1965 bukan hanya terjadi di Jakarta. Banjir darah juga terjadi di Banyuwangi, Jawa Timur.
Sebanyak 62 pemuda Ansor dibunuh secara sadis oleh gerombolan PKI dan jasadnya dibuang di lubang buaya di Desa Cemetuk, Celuring, Banyuwangi.
Ada tiga lubang pembuangan jasad puluhan pemuda Ansor yang dikenal dengan Pemuda Pancasila itu. Untuk mengenang peristiwa kelam itu, dibangun monumen Lubang Buaya.
Di lubang buaya itu, juga terdapat patung Garuda Pancasila raksasa, lengkap dengan relief peristiwa pembunuhan keji di samping patung guruda tersebut.
Perspektif sejarah G 30 S/PKI itu dikemas dengan simbol-simbol relief, lubang buaya, dan beberapa teks di sekitar dinding patung menekankan kekejaman kelompok PKI.
Sebanyak 62 orang pemudan Ansor dibantai, setelah sebelumnya mereka diberikan makanan yang sudah dicampur dengan racun. Mereka pun kemudian dikubur di 3 lubang yang saat ini dikenal sebagai lubang buaya Cemetuk.
(iwd/iwd)











































