Cerita Kekejaman PKI Bantai 62 Pemuda Ansor Banyuwangi

Cerita Kekejaman PKI Bantai 62 Pemuda Ansor Banyuwangi

Ardian Fanani - detikJatim
Sabtu, 01 Okt 2022 15:25 WIB
Lubang Buaya Banyuwangi
Lubang Buaya Banyuwangi tempat 62 jasad pemuda Ansor dikubur (Foto: Ardian Fanani/detikJatim)
Banyuwangi -

Lubang buaya di Banyuwangi menjadi tempat pembuangan jasad 62 pemuda GP Ansor yang dibantai pengikut PKI. Kisah kekejaman pembantaian PKI kala itu bermula saat pemuda Ansor dari Muncar menyerbu markas PKI di Desa Yosomulyo, Gambiran, Banyuwangi.

Dalam peperangan yang terjadi pada 18 Oktober 1965 itu, ratusan pemuda Ansor tidak mampu menumpas orang-orang PKI. Mereka kemudian memilih mundur.

Sutoyo, salah satu saksi mata mengatakan rombongan para pemuda Ansor itu mengendarai truk. Namun, jalan sudah diblokade oleh PKI.

"Di situlah terjadi peperangan tersebut. Satu per satu pemuda Ansor dilukai. Truk yang dikendarai dibakar oleh PKI. Mereka pun kemudian kabur," ujarnya kepada wartawan, Jumat (30/9/2022).

Dalam perang itu, anggota Ansor banyak yang terbunuh. Yang selamat, lari ke timur hingga masuk ke Dusun Cemetuk, Desa Cluring. Di daerah ini, mereka sudah kelelahan.

"Di tempat itu ada plang (papan nama) NU, mereka (Ansor) mampir dan disambut dengan baik," ungkap Sutoyo.

Di rumah dengan papan nama NU itu, anggota Ansor sempat diberi makan. Tanpa ada rasa curiga, mereka juga langsung memakannya. Tidak lama, para pemuda mengaku sakit perut dan mual. Ternyata, makanan itu sudah ditaburi racun oleh PKI.

Saat racun mulai bereaksi dan anggota Ansor kesakitan, mereka langsung dibantai oleh orang-orang PKI. Hampir semua anggota Ansor yang datang ke rumah itu tewas dengan mengenaskan.

"Orang-orang itu (Ansor) dikumpulkan di perguruan milik Mangun Lehar, PKI membantai seperti di biorama menggunakan parang, kapak, celurit, dan senjata lainnya," jelasnya.

Mereka yang tewas kemudian langsung dibuang dan dikubur di tiga sumur di Cemetuk. Satu lubang buaya yang besar diisi jenazah 42 orang. Sedangkan dua lubang lainnya masing-masing dikubur 10 orang.

"Mereka ditumpuk kemudian ditimbun dengan tanah," tambahnya.

Dari anggota Ansor yang mampir di rumah Dusun Cemetuk itu, hanya dua orang yang berhasil kabur. Keduanya lari ke arah barat hingga sampai ke Dusun Ngampel/Ampelsari (kini Dusun Sidotentrem), Desa Yosomulyo. Agar tak dikenali, pakaian Ansor yang dikenakan kedua anak muda Ansor itu dibuang.

"Tiga hari kemudian, jenazah para korban baru ditemukan dan dievakuasi oleh aparat militer kala itu," pungkasnya.



Simak Video "Penampakan Lokasi Penemuan Jasad Brigjen Katamso-Kolonel Sugiyono"
[Gambas:Video 20detik]
(hil/iwd)